Gerhana Bulan 31 Januari 2018, Tilem Mecaling Menandakan Ada Penampakan Ini Saat Bulan Mati
Perbedaan tanggal kejadian purnama ini karena adanya perbedaan sistem perhitungan fase bulan antara kalender Saka Bali dan astronomi
Namun fenomena ini menurutnya bukan siklus perulangan.
Setiap daerah mempunyai waktu kejadian gerhana yang berbeda-beda.
Untuk wilayah Denpasar, gerhana mulai pada pukul 18.49 Wita saat bulan sudah terbit dan hanya beselisih 2 menit dari terbenamnya matahari pada pukul 18.47 Wita.
Baca: Anaknya Tewas Usai Berhubungan Intim di Tabanan, Ibunda: Katanya Cinta Anak Saya, Kok Begitu
Dedy menambahkan, pada tanggal 31 Januari 2018 bulan terbit di Bali pada pukul 18.37 Wita dengan posisi di arah timur sedikit ke utara yaitu pada sudut azimuth 72 derajat terhadap utara.
Tahap keseluruhan gerhana adalah 5 jam 20 menit, namun durasi gerhana bulan totalnya selama 1 jam 17 menit untuk wilayah Denpasar.
"Puncak gerhana terjadi pada pukul 21.30 Wita, bersiaplah menanti 40 menit sebelum dan setelah pukul 21.30 Wita nantinya," imbuhnya.
Dalam rentang tahun 2000-2050 menurut Dedy, telah dan akan terjadi 113 gerhana bulan dimana sembilan di antaranya merupakan gerhana bulan total perige atau gerhana bulan total yang bersamaan dengan supermoon.
Gerhana bulan total yang terjadi saat supermoon sebelumnya terjadi pada 28 September 2015, yang bertepatan dengan berakhirnya gerhana bulan tetrad yaitu empat gerhana bulan total yang terjadi secara berturut-turut.
Gerhana bulan total dan supermoon berikutnya akan terjadi pada 8 Oktober 2033.
Timbulkan Teka-teki
Gerhana bulan (super blue blood moon) yang terjadi tanggal 31 Januari 2018 menimbulkan teka-teki bagi semua orang.
Apa maknanya?
Untuk mengupas hal itu, Tribun Bali pun tangkil (berkunjung) ke Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kertha Bhuana, di Gria Batur Giri Murti, Glogor, Denpasar, Bali.
Di sana diperoleh sedikit pencerahan tentang fenomena ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gerhana-bulan_20180130_191440.jpg)