Desa Songan Kintamani, Rawan Kasus ABH dan Bunuh diri
Desa Songan merupakan wilayah dampingan LBH Apik Bali sejak 2014, yang dikarenakan tingginya angka poligami, perkawinan anak, KDRT
Kasus Bunuh diri yang terjadi pada remaja Songan ternyata cukup banyak , bahkan dikenal sebagai remaja yang cerdas karena ada yang sekolah di SMA Bali Mandara Buleleng, dan SMA 1 Singaraja.
Tahun 2017 diperkirakan ada 5 remaja cerdas asal Songan Kintamani yang membuang nyawa secara sia-sia. Jadi kehadiran ibu Prof Suryani dianggap tepat untuk memberikan penguatan psikologis pada anak remaja Songan dan para orangtuanya sekaligus.
Acara sosialisasi diakhiri oleh Prof Suryani dengan meditasi rileksasi dan penghilangan beban pada anak, dengan membawa memori anak pada masa lalu saat mereka masih kecil dengan pengaruh ayah ibu yang dominan, yang cuek atau yang demokratis. Karena memori masa lalu sangat terkait erat dgn situasi yang terjadi saat ini, yang meningkat kasus KDRT, dan kekerasan terhadap anak.
Disampaikan sekretaris LBH APIK Bali:
Luh Putu Anggreni, SH
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lbh-apik_20180210_215313.jpg)