Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hotman Paris Sindir Para Buaya Darat yang Bokek di Unggahan Video Bersama Raffi Ahmad

Ternyata, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sanggupi permintaan dari Hotman Paris untuk datang ke kopi Johny.

Tayang:
Warta Kota/Nur Ichsan
Hotman Paris menunjukan salinan gugatan perceraian Ayu Tingting terhadap kliennya, Henry Baskoro Hendarso, Selasa (18/2/2014). Menurut Hotman, kliennya, Enjie mempermasalahkan nama Razak yang berada di belakang nama anak perempuannya itu yang bernama Bilqis Khumairah Razak, menurutnya harusnya nama belakang anak tersebut menggunakan namanya. (Warta Kota/Nur Ichsan) 

Laporan Wartawan Grid.ID, Deshinta Nindya A.

TRIBUN-BALI.COM - Hotman Paris Hutapea merupakan satu di antara pengacara yang terbilang sukses di Tanah Air.

Pengacara yang terkenal dengan gaya hidup mewah dan bergelimang harta ini kerap bagikan sejumlah saran melalui postingan laman Instagram pribadinya.

Tak jarang Hotman Paris kritisi keadaan hukum di Indonesia.

Nah, Hotman Paris Hutapea undang Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ke kopi Johny pada Sabtu (10/2/2018).

Ternyata, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sanggupi permintaan dari Hotman Paris untuk datang ke kopi Johny.

Pembahasan dari pertemuan Hotman Paris bersama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina antara lain menyoroti usulan perubahan Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Pasalnya, Hotman Paris merasa rakyat akan rugi jika produk hukum Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dirubah.

Setelah itu, Hotman Paris mengunggah cuplikan video mengenai penuturan sosok dirinya di mata Raffi Ahmad yang diunggah di laman Instagram pribadinya.

Tetapi, pada keterangan postingan video tersebut, Hotman Paris tuliskan jika ia tidak bermaksud mencari popularitas.

Selain itu, Hotman Paris beri pesan untuk para buaya darat, terutama untuk para buaya darat yang 'bokek'.

"LBH Kopi Johny  - Kami tidak mencari popularitas. Banyak rakyat datang sendiri dan saya ladenin semampu aku, bahkan pernah sampai aku jatuh sakit.

Kepada para musuh-musuhku jangan iri karena aku hanya berbuat tulus, bukan untuk mencari popularitas. Lagipula, aku kan sudah populer? Untuk apa aku mencari popularitas?

Perlu disadari: kamu tidak akan populer hanya karena kamu berkeliling TV 'mengaku-aku' populer. Orang populer karena memang kenyataannya populer. Mata publik tidak bisa dibohongin.

Bagaimana publik menghargai kamu kalau janda kamu rayu, kau nikmati tubuhnya lalu kamu buang? Publik membenci laki-laki yang tidak mengakui anak hubungan biologisnya.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved