Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Percaya Tidak Percaya, Ini Cara Menghitung Jatah Hidup Seseorang di Dunia, Silakan Coba

Seseorang yang lahir di dunia ini telah diberikan jatah kehidupan masing-masing.

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Eviera Paramita Sandi
Net
Ilustrasi 

Dalam buku Wayang Sapuh Leger (2007) karya I Dewa Ketut Wicaksana halaman 83 disebutkan bahwa sarana panglukatan terdiri atas bejana (periuk tanah) berisi air bening ditopang dengan wanci, air cendana, bija, alat pedupaan dan bunga berwarna 11 macam, senyiru segehan gede lengkap dengan tetabuhan tuak, arak, dan beren.

Lebih lanjut disebutkan jenis-jenis wayang yang digunakan sebagai sarana panglukatan yaitu Twalen, Sang Hyang Siwa, Sang Hyang Acintya, dan Kekayonan.

Selanjutnya pada halaman 88 dijelaskan mengenai jalannya upacara lukatan, yang dimulai dari Sang Amangku Dalang turun dari tempatnya ngwayang menuju natar di mana anak atau orang yang dilukat sudah menanti.

Orang tersebut duduk menghadap utara atau ke timur beralaskan alat bajak untuk pria dan alat pertenunan untuk wanita serta segenggam padi utuh.

Dalang berdiri berhadapan membawa dupa, setelah dimantrai lalu ditancapkan ke tanah sebagai saksi.

Selanjutnya mengambil air bersih untuk membersihkan kedua tangan yang akan dilukat.

Ritual pengelukatan di Pancoran Sapta Gangga, Pura Luhur Tamba Waras, Kecamatan Penebel. Masyarakat yang datang melukat biasanya menderita sakit medis maupun non-medis.
Ritual pengelukatan di Pancoran Sapta Gangga, Pura Luhur Tamba Waras, Kecamatan Penebel. Masyarakat yang datang melukat biasanya menderita sakit medis maupun non-medis. (Tribun Bali/I Made Argawa)

Toya panglukatan diambil oleh dalang ditaruh di atas ubun-ubun anak yang akan diruwat lalu dimantrai.

Dalang mengambil padma busung untuk memercikkan toya panglukatan tersebut.

Kemudian toya panglukatan dituangkan kepada anak yang dilukat untuk diminum, dan diraupkan ke muka sebanyak tiga kali.

Setelah itu baru toya panglukatan disiramkan ke tubuh sang anak.

Anak yang dilukat bersama kedua orang tuanya melakukan persembahyangan kehadapan Sanggah Surya dan kehadapan wayang.

Acara terakhir yaitu natab banten otonan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved