Air Terjun Juwuk Manis, Primadona Wisata di Bali Barat
Sejak tahun 90-an, Air Terjun Juwuk Manis sudah menjadi primadona wisata di Banjar Juwuk Manis
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sejak tahun 90-an, Air Terjun Juwuk Manis sudah menjadi primadona wisata di Banjar Juwuk Manis, Desa Manggis Sari, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali.
Lokasi ini biasanya menjadi tujuan setelah wisatawan berkunjung ke Bunut Bolong, yang masih berada dalam satu desa.
Wisata ini kerap menjadi pilihan orang yang menyukai tracking.
Sebab sebelum menemukan air terjun, pengunjung harus melewati trek jalan menurun dan berliku.
“Akses jalan saat ini sudah lebih mudah, sebab sudah disiapkan tangga,” ungkap I Komang Yudi Astana, warga Banjar Juwuk Manis.
Jumlah anak tangga yang harus dilewati pengunjung cukup banyak.
Jumlanya hingga 865 anak tangga sepanjang 420 meter perjalanan.
Meski demikian perjalanan melewati anak tangga ini rupanya cukup singkat.
Sekitar 15 hingga 20 menit, Anda sudah bisa melihat air terjun.
“Sebab jarak antar tiap anak tangga tidak tinggi, sehingga perjalanan bisa cepat,” ucap Komang Yudi.
Sambil menuruni anak tangga, Anda akan dimanjakan dengan hijaunya kawasan perkebunan warga Banjar Juwuk Manis.
Rasa lelah yang muncul saat perjalanan pun seakan terbayar jika sudah melihat kecantikan Air Terjun Juwuk Manis.
Air Terjun Juwuk Manis merupakan air terjun kembar yang jatuh dari ketinggian sekitar 14 meter.
Airnya jatuh pada sebuah cekungan yang cukup lebar.
Besarnya debit air yang jatuh tergantung pada musim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/air-terjun_20180309_174732.jpg)