Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bhurloka, Komik Karya Suma Bagia yang Mengangkat Cerita Mistis Bali

Karya pertamanya yang berjudul Bhurloka, berkaitan erat dengan hal mistis Bali. Ia mencoba memperkenalkan kisah mistis Bali

Penulis: Busrah Ardans | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
Komik Bhurloka karya I Wayan Suma Bagia 

Laporan Wartawan Tribun Bali : Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masyarakat sudah lama mengenal karya komik.

Komok hadir dengan berbagai cerita mulai dari penuh misteri, horor, komedi, hingga cinta. 

Gambar-gambar hasil imajinasi dan cerita fiksi maupun fakta memiliki tempatnya.

Bali yang religius serta dipenuhi nilai adat dan tradisi, bahkan mistis, menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang.

Tidak terkecuali I Wayan Suma Bagia, leader Comitocopia.

Sebagai leader, pria 28 tahun ini mengungkapkan, pertemuannya dengan para komikus merupakan inisiatifnya sendiri.

"Ini (bertemu para komikus) merupakan ide saya sendiri. Supaya tidak ada lagi orang seperti saya yang kesulitan mencari teman satu hobi," tuturnya.

Saat ini Suma Bagia sudah memiliki beberapa karya komik dan tengah menggarap karya komik lainnya. Ia mengaku senantiasa berupaya agar lebih kreatif.

Karya pertamanya yang berjudul Bhurloka, berkaitan erat dengan hal mistis Bali.

Suma Bagia mencoba memperkenalkan kisah mistis yang dimiliki Bali melalui komik tersebut.

Dijelaskan, bhurloka dalam mitologi Hindu merupakan dunia bawah, kemudian ceritanya secara acak ditulis serta digambarkannya.

Sehingga, awal karyanya berupa cerita horor pendek.

"bhurloka kini sudah menjadi komik serial saya. Nama pelaku utamanya Indria, yang ditakdirkan mampu melihat alam gaib. Ia juga memiliki kemampuan mengusir ruh jahat dan mendoakan ruh halus untuk kembali ke jalan yang benar. Namun, di sisi lain ia punya dendam terhadap masa lalu yang menuju pada sekte sesat atau mereka yang mengabdi pada roh jahat. Itu namanya saptapatala. Jadi, Indria mengejar saptapatala itu sendiri," jelasnya.

Pada intinya, kata Suma, ada unsur pencerahan dan pencarian jati diri.

Karyanya itu saat ini sudah dikontrak oleh perusahaan komik Indonesia dan kini sudah masuk episode ke-20.

Jika dicetak. satu episode bisa mencapai  30 halaman.

Sementara versi digitalnya sampai 40-59 panel.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved