Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Lestarikan Gandrung, Tarian Sakral Pengusir Bala Sejak Akhir Abad XIX

Tari Gandrung menjadi kekayaan seni budaya yang dimiliki masyarakat Banjar Suwung Batan Kendal. Tarian ini termasuk seni sakral

Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
Pura Dalem Batan Kendal 

Tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi antar warga banjar.

“Meprani dilaksanakan mulai pukul delapan pagi, diawali dengan menghaturkan sembah bakti di rumah masing-masing. Krama banjar laki-laki kemudian membawa banten prani ke bale banjar. Inilah yang membuat tradisi ini unik, sebab biasanya banten dibawa oleh kaum ibu,” jelas Nyoman Sarna. Banten prani, menurutnya berisi persembahan berupa beberapa jenis ulam (ikan danau, ikan sungai, ikan laut, ayam), pala bungkah, dan pala gantung.

Kemuliaan Pohon Kendal

Sejarah Banjar Suwung Batan Kendal tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Pura Dalem Batan Kendal.

Konon, pura ini lebih dahulu ada dibandingkan Banjar Suwung Batan Kendal.

Nama Batan Kendal berasal dari dua kata, batan memiliki kedekatan bahasa dengan ‘beten’, yang berarti di bawah.

Sedangkan kendal adalah jenis pohon berbatang kayu.

Penamaan ini sesuai dengan kondisi pura yang terletak tepat di bawah pohon kendal.

Bagi masyarakat Bali, kendal adalah pohon yang dianggap memiliki kesan magis, seperti halnya beringin dan pule.

Di balik sisi magisnya, pohon ini memiliki manfaat bagi manusia.

Bagian pohonnya dapat digunakan sebagai obat.

Rebusan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai obat sakit perut.

Kulit pohonnya dapat digunakan untuk mengobati luka.

Serbuk batangnya pun dapat digunakan sebagai bahan boreh.

Dari sisi niskala, pohon ini pun dipercaya memiliki kekuatan penolak bala.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved