Serba Serbi
Pernah Digunakan Saat Ngeraja Kuning Jaman Belanda, Ini Yang Disebut Alat Musik Penting
Selain itu alat musik ini juga bisa digunakan untuk nada tembang rare, joged, cekepung dan pupuh
Penulis: Putu Supartika | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk mengetahui tentang perkembangan alat musik penting, bersama sastrawan IDK Raka Kusuma, Tribun Bali menuju ke Puri Kaleran Karangasem untuk bertemu dengan seniman dan salah satu pengrajin Penting selain I Wayan Rai yaitu Anak Agung Gede Krisna Dwipayana.
Pria kelahiran 1967 ini menuturkan bahwa dulu, sebelum tahun 1970-an atau sekitar tahun 1960-an di Puri sekaa penting ini tumbuh subur dan banyak tukang penting yang hebat.
Bahkan di Karangasem sendiri juga terdapat banyak sekaa Penting sebut saja di wilayah Batan Aa oleh Ketut Jelantik, wilayah Celuk Negara dengan pimpinan Nyoman Sara, di Gria Cau Karangasem pimpinan Ida Bagus Jelantik namun setelah Ida meninggal dan anggotanya juga sudah tua-tua, sekaa inipun mati suri.
"Sebelum tahun 70-an rame ada sekaa ini. Selain sekaa ada juga perorangan, dan di sekaa petuakan juga banyak yang menggunakan," paparnya.
Tak hanya itu, Komunitas Muslim di Karangasem juga menggunakan alat musik ini seperti di wilayah Karang Bedil, Juuk Manis, yang biasa dipakai rebana dan juga pementasan Wayang Sasak.
"Menurut penglingsir dulu, Ida Bagus Jelantik almarhum, ada beberapa tokohnya yang beraliansi atau underbown-nya Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) yang berpengaruh pada kesenian Penting. Akhirnya setelah 1965 menjadi surut sama seperti Wayang Sasak dan setelah itu tidak ada yang berani memainkan," imbuhnya.
Selain karena pengaruh tersebut, juga mulai pudar karena dimakan jaman, serta adanya arus kelompok anak-anak muda yang merasa lebih keren memegang gitar daripada penting.
"Alat musik ini tidak seperti alat musik yang kita punya. Kan alat musik kita akustikan seperti gender, gong, angklung, dan tiba-tiba nyeleneh satu alat musik petik sehingga itu mungkin penyebab lainnya kurang menjamur," kata Gung Krisna.
Alat musik Penting sendiri menurut Gung Krisna adalah alat musik petik yang memiliki sapta nada dan bentuknya menyerupai Taisho Koto alat musik asal Jepang.
Selain itu masuk juga laras pelog dan selendro bahkan selendro lima nada.
Satu alat musik ini bisa digunakan untuk memainkan empat tembang yaitu selisir atau pegongan, tembung atau peangklungan, sundaren atau semar pegulingan, serta pejegogan Negara.
Selain itu alat musik ini juga bisa digunakan untuk nada tembang rare, joged, cekepung dan pupuh, akan tetapi pupuh agak kaku karena harus diiringi seruling.
"Disinyalir alat ini masuk bersamaan dengan cekepung. Itu menurut Ida Pedanda Gede Jelantik Karang dari Griya Karang Budakeling yang dulunya pernah menjadi juru surat Raja Karangasem, selain itu menurut Wak Dolah dari Karang Bedil berbarengan dengan Rudat, dan Wayang Sasak karena iringan Wayang Sasak menggunakan Penting," imbuh Gung Krisna.
Bahkan saat jaman Belanda atau sekitar abad ke-19 dan masih jaman Raja-raja Bali alat ini sudah ada.
Hal ini dikarenakan saat itu Belanda mengadakan pesta kesenian bernama Ngeraja Kuning, penting tersebut sudah dimainkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penting_20180428_160608.jpg)