Serba Serbi
Bebai Pakai Sarana Bayi yang Digugurkan, Ini Pengobatannya dengan 3 Lembar Daun Sirih
Nantinya, bebai ini perlu darah untuk makanan, kalau tidak darah manusia, bisa darah ayam.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
"Kalau apinya (Ang) sudah dipusatkan di pusar (nabhi), diambil tiga lembar daun sirih gang tiap lembarnya digambari atau ditulisi dengan dasaksara," tulis Ngurah Nala.
Dasaksara itu yaitu sang, bang, tang, ang, ing, nang, mang, sing, wang, dan yang.
Ketiga daun sirih tersebut dilipat menjadi satu dan dibubuhi kapur seperti orang makan sirih.
Mantra yang menyertainya yaitu mantra pasupat dan mantra pangurip.
Pasien yang sakit disuruh mengunyah daun sirih tersebut.
"Bila pasien menjerit-jerit, berarti bebahi yang berada dalam tubuhnya kepanasan oleh api (Ang) yang baru dimasukkan melalui kunyahan daun sirih. Penyakitnya akan lari ketakutan ke luar dari tubuh pasien. Akhirnya pasien menjadi sadar dan sembuh kembali seperti semula, menjadi normal," lanjut Ngurah Nala.
Namun dilanjutkannya, kalau bebahi lebih kuat, tidak mempan dibakar dengan api balian usadha, maka penyakitnya tidak bisa disembuhkan dan akan tetap bermukim di dalam tubuh pasien.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-sakit-perut2_20180517_095839.jpg)