VIDEO Upacara Pasupati Pemasangan Mahkota Patung Garuda Wisnu Kencana, Hampir Rampung

Keberadaan patung setinggi 121 meter dari permukaan tanah atau 271 meter dari permukaan laut, ini sangat penting bagi Bali dan Indonesia.

VIDEO Upacara Pasupati Pemasangan Mahkota Patung Garuda Wisnu Kencana, Hampir Rampung
Capture Youtube Tribun Bali
Mahkota Wisnu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Total modul 754 buah, hingga pemasangan mahkota Dewa Wisnu ini sudah mencapai 529 modul yang terpasang.

Acara Upacara Adat Pasupati Pemasangan Mahkota Patung Garuda Wisnu Kencana bertempat di Pelataran Gedung Pedestal Patung Garuda Wisnu Kencana GWK Cultural Park, Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Bali, dilakukan Minggu (20/5/2018).

Baca: Maestro Nyoman Nuarta: Pemasangan Patung GWK Paling Menyeramkan pada Ujung Sayap Garuda

Pemrakarsa dan juga pembuat patung GWK Nyoman Nuarta menjelaskan, pemasangan mahkota Dewa Wisnu menjadi pemasangan modul yang ke 529 dari total 754 modul yang akan membentuk seluruh sosok patung GWK.

GWK akan disusun dari modul-modul atau kepingan yang keseluruhannya berjumlah 754 buah.

"Bisa kita lihat, tinggal sedikit lagi selesai pemasangan modulnya," tutur Nuarta.

Keberadaan patung setinggi 121 meter dari permukaan tanah atau 271 meter dari permukaan laut, ini sangat penting bagi Bali dan Indonesia.

Sebagai pematung yang karya-karyanya tersebar di berbagai negara, Nuarta menambahkan, merasa berkewajiban melahirkan karya besar untuk tanah kelahirannya.

Selama ini Indonesia dan Bali hanya mewarisi karya-karya agung dari para leluhur berupa bangunan suci yang megah.

"Dan itulah yang kita gunakan sekarang sebagai daya tarik destinasi pariwisata," ujarnya.

Setelah 28 tahun, patung GWK akhirnya mendekati penyelesaian tahun 2018 ini.

Lanjutnya, sampai bulan Mei 2018, pembangunan GWK telah mencapai 70 persen.

Menurut perhitungan, pemasangan modul-modul GWK akan selesai pada Agustus 2018 mendatang.

"Sudah 28 tahun berjuang, dulunya masih muda, sekarang sudah ubanan. Makanya semua terharu, seperti pak gubernur, dulu ketika menghadap beliau, saya sakit, dia juga sakit. Saya bilang, 'pak, kalau ini gak selesai keburu kita mati ini gak jadi'," ungkapnya.

Tambahnya, mempunyai mimpi besar dan berhasil mewujudkannya menjadi salah satu faktor yang akan membuat negara sendiri dipandang oleh dunia.

Apalagi sekarang masih ada saja teroris dan anti negara sendiri, itulah faktor penghambat menurut Nuarta.

Nuarta menegaskan, bisnis budaya adalah wisata, sehingga butuh saling dukung mendukung seluruh komponen.

"Harus disadari untuk orang-orang yang tidak setuju terkait budaya pariwisata, toh mereka makan dari hasil perekonomian budaya. Bangsa ini tidak akan hebat jika tidak percaya dengan bangsanya sendiri. Kita harus respect dengan budaya masing-masing yang secara otomatis membangun perekonomian kita," jelasnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved