Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ingin Menjadi Penulis Terkenal Seperti Tere Liye, Baca Ini

Tak hanya berbincang soal bukunya, Tere Liye juga memberikan beberapa tips menarik kepada penggemarnya

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Supartika
Tere Liye saat bincang buku dan tanda tangan buku di Gramedia Level 21. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tak hanya berbincang soal bukunya, Tere Liye juga memberikan beberapa tips menarik kepada penggemarnya yang hadir dalam bincang buku di Gramedia Level 21, Jalan Teuku Umar, Denpasar, Minggu (27/5/2018) sore.

Dalam kesempatan tersebut ia mengatakan, perlu usaha untuk menjadi penulis agar bisa seperti dirinya saat ini.

"Penulis itu tidak langsung jadi dalam waktu semalam. Adik harus tahu seberapa banyak yang kamu tulis sehingga ingin jadi penulis," kata Tere Liye yang didengarkan dengan serius oleh penggemarnya.

Bagaimanapun juga, menurutnya jumlah penulis di Indonesia juga sangat sedikit yaitu 1 : 10.000 dan kalah jauh jumlahnya dengan profesi lain seperti dokter atau guru.

Ia baru bisa dikenal setelah menulis novel yang keempat yaitu Hafalan Shalat Delisa yang telah difilmkan pada tahun 2011.

Awal terbit, sebenarnya novel ini juga belum terkenal.

"Waktu pertama rilis, masuk ke toko buku ditaruhnya bukan di tempat buku best seller atau buku novel, tapi di meja buku pelajaran shalat. Tahun 2005 atau 2006 belum ada yang tahu buku itu," tutur alumni Akuntansi Universitas Indonesia ini.

Sehingga dalam penerbitan buku berikutnya ia sangat memperhatikan judul buku yang akan diterbitkan.

Salah satu judul bukunya yang paling bagus menurutnya adalah Pulang, dan sebelum draf buku ini diserahkan ke penerbit judul aslinya adalah Si Babi Hutan, namun ia merubahnya karena dirasa kurang menarik.

Begitupula novelnya yang berjudul Rindu menjadi laku dikarenakan judulnya yang menurutnya juga bagus.

Selain itu, ia juga memanfaatkan akun facebooknya untuk melakukan riset kepenulisan, dan mengetahui cerita yang diinginkan pembaca sebagaimana yang dilakukan oleh pembuat film Avengers.

"Selain untuk jualan, facebook juga saya gunakan untuk riset. Pernah saya rilis survei di facebook karena ingin nyari kekuatan pembaca, dan berkaca dari hasil rilis itu saya tulis cerita," imbuhnya.

Contohnya adalah saat dia membuat novel serial Bulan, Bintang, Matahari yang bergenre fantasi.

Awalnya dia tahu bahwa tidak ada buku atau novel yang didesain untuk segmen khusus remaja, sehingga dirinya memutuskan untuk menulis hal itu.

Tahun 2014 ia memulai riset serius dan bertemu penerbit Gramedia untuk bertanya mana yang lebih laku, novel fantasi Indonesia apa luar negeri.

Dan tahulah dia yang laku adalah novel fantasi luar negeri, dia berkesimpulan hal itu dikarenakan novel fantasi di Indonesia masih mengekor atau hampir mirip dengan novel fantasi luar negeri.

Setelah riset hampir setahun, muncullah tema dunia pararel dan belum ada yang menggarap, ide dunia pararel itu diperoleh dari hasil survei di facebooknya, dari tiga ribu yang ikut berkomentar paling banyak memilih tema tersebut.

Akan tetapi ia menegaskan kepada pembaca, ending novel yang dibuatnya selalu menggantung dan akan membuat pembaca penasaran.

Kini dirinya ingin sekali menulis buku bergenre horor, olahraga, dan detektif setelah berhasil menulis genre fantasi.

"Tiga genre yang ingin saya tulis hari ini yaitu detektif karena seru ada tantangannya dan membuat pembaca penasaran dari bab satu hingga endingnya. Saya juga ingin menulis genre olahraga dan terakhir yaitu horor yang dari halaman pertama buat merinding. Agar pembaca bilang 'lanjut nggak ke halaman berikutnya' karena saking seremnya," katanya.

Untuk novel genre horor ini sebenarnya dia sudah melakukan riset selama dua tahun dengan menonton film horor dan berkunjung ke tempat-tempat horor, akan tetapi dirinya belum menemukan amunisi yang pas dan memang benar-benar seram. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved