Terkejut Harga Bunga Pacah Tembus Rp 60 Ribu Jelang Hari Raya Galungan, Sudarmi: Buikk
"Pacahnya 60 ribu per kilo," jawab pedagang tersebut datar. "Buikkk," Sudarmi terkejut dan mulutnya agak terbuka mendengar jawaban pedagang tersebut.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Selain di Pasar Ketapian, peningkatan harga juga terjadi di Pasar Kreneng. Seorang pedagang, Gede Natih, mengungkapkan harga bunga mitir juga naik menjadi Rp 40 ribu.
"Naik hampir empat kali lipat dari biasanya," katanya.
Selain itu harga ceper juga naik. Satu ikat ceper slepan yang berisi 50 biji seharga Rp 18 ribu. Padahal hari biasa hanya Rp 8 ribu.
Sedangkan ceper busung seharga Rp 20 ribu dengan harga pada saat hari biasa Rp 10 ribu.
Sementara harga sepasang gantungan Rp 3 ribu per pasang dan sucian Rp 5 ribu untuk tiga tanding (biji).
Pantauan Tribun Bali di Pasar Kidul Bangli, Senin (28/5), sejumlah kebutuhan pokok juga mengalami peningkatan harga cukup tajam. Mulai dari 50 hingga 100 persen, bahkan lebih dari 1000 persen.
Seperti halnya bunga pacah, sarana persembahyangan ini mengalami peningkatan cukup tinggi, yakni mencapai 1200 persen dari harga normal. Hal tersebut diungkapkan seorang pedagang bernama Jro Sudami. Dia mengatakan jika kenaikan harga bunga telah dirasakan sejak memasuki H-5 Hari Raya Galungan.
Peningkatan ini terjadi secara bertahap. Seperti halnya bunga pacah, kata dia, sejak beberapa hari terakhir harganya terus meningkat. Mulai dari Rp 20 ribu per kilo, Rp 40 ribu per kilo, dan kini tembus Rp 60 ribu per kilo. “Normalnya harga bunga pacah hanya Rp 5 ribu per kilo,” sebutnya.
Jenis bunga gumitir dan bunga kembang seribu juga mengalami kenaikan harga. Normalnya, untuk bunga gumitir dijual seharga Rp 10 ribu per kilo, namun pada H-2 Galungan ini menjadi Rp 30 ribu per kilo.
Sedangkan harga bunga kembang seribu dari semula Rp 5 ribu per ikat, kini menjadi Rp 20 ribu per ikat.
“Peningkatan harga ini lantaran tingginya permintaan jelang Galungan, namun tidak sebanding dengan pasokan yang tersedia,” ujarnya memberi alasan.
Selain bunga, harga buah-buahan juga mengalami kenaikan serupa. Seperti harga sawo yang semula hanya Rp 15 ribu per kilo, kini menjadi Rp 25 ribu per kilo.
Apel manalagi, semula Rp 20 ribu per kilo, menjadi Rp 25 ribu per kilo. Pear dari harga Rp 18 ribu, menjadi 22 ribu per kilo. Mangga madu, yang sebelumnya seharga Rp 10 ribu, kini menjadi Rp 20 ribu per kilo. “Semuanya naik sekarang,” ucap seorang pembeli bernama Luh Suryani.
Daging Babi
Harga daging babi juga terpantau meningkat. Seperti yang terjadi di Klungkung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bunga-pacah_20180529_100002.jpg)