Bukan Punya Anak yang Membuat Bahagia, Tapi Sikapmu Terhadap Anak Itulah yang Membahagiakan
Mengapa kita ingin punya anak? Secara alami punya anak itu membahagiakan. Bisa dikatakan ini bagian dari naluri manusia
Tapi ingat, kebahagiaan sendiri punya hukum dasar.
Hukum dasarnya adalah, bukan suatu benda, atau suatu kejadian yang membuatmu bahagia atau tidak bahagia, melainkan bagaimana kau bersikap terhadap benda atau kejadian itu.
Orang umumnya bahagia punya anak.
Kalau melihat bayi kita merasa nyaman, ada dorongan untuk menyentuh dan memeluknya.
Kita kemudian merasa bahagia.
Tapi ada situasi tertentu yang membuat orang tidak bahagia kalau dia punya anak.
Namun sekali lagi, itu pun tetap kembali pada bagaimana ia bersikap.
Ada orang yang harus menghadapi masalah yang sulit karena ia punya anak, tapi itu tak membuat ia membenci anaknya.
Tidak punya anak, membuat orang tidak bahagia.
Tapi bisa juga punya anak membuat tidak bahagia.
Ingat kembali hukum dasar kebahagiaan tadi.
Ada banyak hal yang bisa memicu kebahagiaan.
Maka orang mengejarnya.
Namun ada begitu banyak orang yang sibuk mengejar pemicu itu, sampai lupa pada hal yang hakiki dan jauh lebih sederhana, bahwa kebahagiaan itu sumbernya ada dalam diri kita, dalam pikiran kita.