Bukan Punya Anak yang Membuat Bahagia, Tapi Sikapmu Terhadap Anak Itulah yang Membahagiakan
Mengapa kita ingin punya anak? Secara alami punya anak itu membahagiakan. Bisa dikatakan ini bagian dari naluri manusia
Agak melenceng sedikit, mari kita lihat pemicu kebahagiaan yang ekstrem: narkotika.
Mengapa banyak orang menjadi pecandu narkotika?
Karena narkotika itu membuat bahagia.
Narkotika adalah contoh ekstrim tentang bagaimana mekanisme kebahagiaan itu bekerja.
Orang merasa bahagia kalau ada hormon tertentu mengalir dalam darahnya, misalnya endorpin, oxytosin, serotonin.
Hormon itu dihasilkan dari aktivitas tertentu.
Oxytosin, misalnya, adalah hormon yang dihasilkan saat manusia mengalami sesuatu yang intim, bersentuhan, atau berhubungan seks.
Jadi, sebenarnya bukan hubungan seks yang membuat orang bahagia, melainkan apakah hubungan seks itu menghasilkan oxytosin atau tidak.
Perkosaan adalah hubungan seks, tapi itu tidak membahagiakan.
Demikian pula hubungan seks komersial, tidak menimbulkan kebahagiaan di pihak penjualnya.
Dalam hal ini pemicu kebahagiaan penjual bukan hubungan seks, tapi imbalan uang yang ia peroleh.
Dengan cara ekstrim tadi, kebahagiaan bisa diperoleh tanpa melalui mekanisme konvensional tadi.
Kita bisa melakukan by pass, dengan injeksi kimia, yaitu narkotika.
Narkotika seperti kokain dan amphetamine bisa memicu dopamine, yang nantinya akan memicu oxytosin.
Dengan narkotika orang bisa mendapat kenikmatan seperti senggama, bahkan bisa jauh lebih nikmat, karena kadar oxytosin yang dihasilkan jauh lebih banyak.