Istri Terus Mengeluhkan Keadaan Sepanjang Waktu, Harus Bagaimana?
Pak Prihatin orangnya pendiam, sedangkan istrinya wanita gemuk montok yang hobinya berkeluh kesah.
Diterima tidak, tidak diterima juga tidak.
Kebutuhan Bu Prihatin untuk diterima itu jelas tidak memperoleh pemuasan dari suaminya. Ketika masih pengantin baru dulu, suaminya masih suka membanggakan istrinya dengan, "Kau memang montok dan seksi."
Tapi lama-lama suaminya sebal melihat sanjungan bukan memuaskan, malah mengobarkan kehausan istrinya untuk disanjung-sanjung.
Sekarang Pak Prihatin merasa sudah cukuplah kalau komentarnya sesuai dengan kenyataannya saja, seperti, "Tiap hari rasanya kau makin lebar saja."
Karena kebutuhannya tidak mendapat pemuasan, Bu Prihatin merasa agak jengkel terhadap keluarganya dan dunia umumnya.
Maka bertahun-tahun ia mengembangkan kebiasaan mengeluh kepada keluarga atau kenalan, sebab itu cara untuk melampiaskan kejengkelannya.
Ia berhasil membuat suami, anak dan menantunya jengkel, merasa bersalah atau paling tidak terganggu.
Sehabis mengeluh ia merasa lega, karena hasrat agresifnya tersalur sudah. Selain itu, ia juga-memperoleh pembenaran dari Asih.
Memang benar, tukang mengeluh itu hanya bisa bahagia jika sedang berkeluh kesah. Soalnya, pada waktu itu kebutuhan mereka terpuaskan.
Apakah Bu Prihatin bisa ditolong?
Menurut Psikolog Joan Rais, bila hal yang menimbulkan ketidakpuasan tersebut tidak dapat diubah, maka mau tak mau, Bu Prihatin harus membuka matanya untuk menghadapi kenyataan yang ada.
Berkumpul dengan ibu-ibu lain yang tingkat ekonominya sebanding bisa mengurangi pemikirannya yang melulu tertambat pada kekurangannya.
Sebaliknya, bergaul dengan ibu-ibu yang tingkat ekonominya lebih tinggi diperkirakan akan lebih menimbulkan banyak kesulitan baginya. Ia akan semakin tidak puas dengan keadaannya.
Memang ada orang tertentu yang akan berusaha melakukan apa saja untuk menarik perhatian orang lain padanya. Perhatian apa pun yang sudah diberikan oleh lingkungannya akan selalu dirasakannya kurang.
Bila ternyata Bu Prihatin memang mempunyai bentuk kepribadian seperti itu, perlu pengamatan dan pendekatan tertentu untuk menanganinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-selingkuh-wanita2w_20170203_151500.jpg)