Libur Lebaran Beri Berkah Pariwisata Bali, Okupansi Naik Hampir 100 Persen
Wisdom yang datang membanjiri Bali kebanyakan dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan berbagai daerah lain di Indonesia
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Libur selama Lebaran 2018, nampaknya kian memberikan angin segar bagi pariwisata di Bali, khususnya sektor akomodasi.
Pasalnya, libur yang lebih panjang tahun ini membuat banyak wisatawan domestik (wisdom) datang ke Pulau Dewata.
Saat Tribun Bali memantau beberapa destinasi wisata di Badung selatan, terlihat antrean panjang di Pura Uluwatu dan beberapa destinasi lainnya.
Begitu pula dengan destinasi wisata Sanur di Denpasar.
Hal ini diakui Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya, Senin (18/6/2018).
Pria yang juga Ketua BPPD Kabupaten Badung ini, mengaku bahwa okupansi hotelnya naik signifikan.
“Hotel saya, Respati Beach Hotel Sanur dan The Batubelig Hotel and SPA, okupansinya 80 persen. Dari tingkat hunian (okupansi) biasanya hanya 70-75 persen,” sebutnya.
Libur panjang ini, kata dia, membuat banyak wisdom datang ke Bali untuk holiday, selain ke puncak di Bandung, dan ke Lombok.
Bahkan di hotelnya, yang selama ini dihuni hampir 95 persen wisatawan mancanegara (wisman) asal Eropa dan 5 persen Australia, kini mix, ditambah kunjungan wisdom dengan persentase kenaikan sekitar 10 persen dibanding biasanya.
“Mereka stay 3-4 hari rata-rata. Kami tidak ada persiapan khusus buat wisdom karena kami memang sudah punya standar sesuai SOP,” jelasnya.
Hotel bintang 3 tersebut, telah menetapkan standar yang sesuai sehingga semuanya berjalan lancar.
Ia pun mengapresiasi pemerintah dengan libur panjang ini karena dianggap ikut membantu Bali dalam mendatangkan wisatawan.
Wakil Ketua Umum I DPP IHGMA, I Made Ramia Adnyana, yang juga berkecimpung sebagai pimpinan hotel ini, menyebutkan okupansi rata-rata akomodasi pariwisata hotel di Bali naik hingga posisi 99 persen.
Okupansi ini naik dari tanggal 13 Juni sampai 24 Juni 2018 karena libur yang cukup panjang.
“Rata-rata hotel di kawasan Nusa Dua, Benoa, Kuta, dan Legian full book semua,” tegasnya.
Wisdom yang datang membanjiri Bali kebanyakan dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan berbagai daerah lain di Indonesia yang direct flight ke Bali.
“Mereka menginap rata-rata 4-5 hari, bahkan ada yang seminggu,” sebutnya. Lanjutnya, angka ini naik dibandingkan hari biasa hingga 15-20 persen.
Seperti biasa, imbuh dia, wilayah kedatangan dominan wisdom adalah dari Jakarta.
“Kami pun menyiapkan paket Lebaran selama long weekend ini,” ujar Ramia.
Ia juga mengadakan general cleaning dan perbaikan semua produk agar maksimal dijual saat Lebaran.
“Kami juga melakukan training terhadap staf untuk mengantisipasi liburan panjang dengan service yang excellent,” tegasnya.
Menurutnya, sebagian besar wisdom datang ke Pulau Dewata karena tertarik dengan Kuta, Seminyak, Ubud, Pandawa, Tanah Lot, dan Nusa Dua.
Pergerakan Pesawat Jadi 453
Kedatangan wisdom ke Bali sejalan dengan trafik penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, membenarkan adanya kenaikan trafik.
Berdasarkan data statistik pergerakan penumpang lalu lintas udara Lebaran 1439 H/2018, di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, total pergerakan pesawat naik 7,35 persen dari 422 pesawat pada 2017 menjadi 453 pesawat pada 2018. Kedatangan penumpang juga naik 12,97 persen, dari 67.650 pada 2017 menjadi 76.426 pada 2018.
“Total rekapitulasi sampai H+1, untuk kedatangan pesawat naik 10,75 persen dari 2.176 pada 2017 menjadi 2.140 pada 2018. Hal ini senada dengan kedatangan orang yang naik 6,16 persen dari 367.508 pada 2017 menjadi 390.131 pada 2018,” sebutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pantai_20180619_112723.jpg)