Bali Paradise
Lembayung Hijau Banjar Pakuseba, Wisata Alam D'Tunggir Bali Natural Park
Di balik ketenangannya, Banjar Pakuseba Desa Taro rupanya memiliki potensi wisata yang menarik
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Di balik ketenangannya, Banjar Pakuseba Desa Taro rupanya memiliki potensi wisata yang menarik.
Potensi wisata itu bernama Bali Natural Park.
Warga setempat lebih mengenalnya dengan sebutan D’Tunggir, sebab lokasinya berada di antara tunggir atau teba (lahan belakang) milik warga.
Bali Natural Park adalah tempat rekreasi alam di mana pengunjung bisa melakukan banyak hal, seperti berswafoto, relaksasi, hingga melihat kelompok kera liar yang lucu.
Jalan menuju ke lokasi, wisatawan bisa melalui rute Banjar Taro Kaja menuju Pakuseba.
Udara sejuk dan aroma pohon kayu akan menemani perjalanan wisatawan ketika melewati rute ini.
Dua banjar itu masih berada dalam desa yang sama, Desa Taro.
Sesungguhnya tidak perlu waktu lama untuk sampai ke tujuan.
Kira-kira hanya lima menit dengan menaiki sepeda motor.
Namun kesejukan dan aroma segar itu seolah merayu pengendara untuk berlambat-lambat.
Sayang rasanya jika dilewati begitu saja tanpa menikmati suasana alami itu.
Tanda masuk ke kawasan Bali Natural Park berada di sisi timur atau kanan jalan.
Mulai dari rute ini, wisatawan tidak lagi berhadapan dengan jalan aspal, melainkan jalan yang beralaskan bebatuan.
Lebar jalan ini kira-kira cukup untuk dilalui oleh dua sepeda motor.
Selama mengikuti jalan ini, pengunjung diajak untuk melihat kawasan perkebunan milik warga setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dtunggir-bali-natural-park-banjar-pakuseba-desa-taro_20180629_160700.jpg)