Bali Paradise
Lembayung Hijau Banjar Pakuseba, Wisata Alam D'Tunggir Bali Natural Park
Di balik ketenangannya, Banjar Pakuseba Desa Taro rupanya memiliki potensi wisata yang menarik
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari | Editor: Irma Budiarti
Ada yang menanam cabai, pisang, dan lainnya.
Pepohonan jenis kayu pun banyak ditemukan di tempat ini.
Tak lama, gerbang masuk bertuliskan D’Tunggir pun terlihat.
Meskipun baru sampai di depan gerbangnya, suasana di dalamnya sudah dapat terlihat.
Ada taman yang dihiasi tanaman hias yang cantik, lengkap dengan beberapa spot selfie yang berada di antaranya.
Saat Tribun Bali berkunjung, terlihat sekitar dua puluh anak lokal sedang bermain di sana.
Mereka membawa peralatan belajar, buku lengkap dengan pulpen.
Ada juga yang membawa lebih dari itu.
Ketika ditanya, seorang anak berkata jika mereka sedang ikut les Bahasa Mandarin.
Asyik juga ya kalau tempat belajarnya seindah dan seasri ini.
Tidak hanya anak-anak, seorang gadis, mungkin siswi SMA, pun terlihat sedang asyik dengan laptopnya.
Ia tengah mengetik sesuatu.
Barangkali bagi anak-anak setempat D’Tunggir bukan sekadar tempat rekreasi.
Tempat ini juga bisa menjadi working space untuk mereka, sama halnya dengan bagaimana orang di Kota Denpasar yang memperlakukan coffee shop yang tidak hanya sekadar menjadi tempat minum kopi.
Seorang staf, Wayan Senin, menyapa kami dan menjelaskan beberapa hal tentang Bali Natural Park.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dtunggir-bali-natural-park-banjar-pakuseba-desa-taro_20180629_160700.jpg)