Sidak Penduduk Pendatang di Pelabuhan Benoa, 75 Orang Terjaring Petugas Tak Bawa e-KTP

Pelaksanaan sidak ini masih dalam rangkaian arus mudik lebaran yang menyasar KM Tilongkabila yang membawa sedikitnya 1.169 penumpang.

Sidak Penduduk Pendatang di Pelabuhan Benoa, 75 Orang Terjaring Petugas Tak Bawa e-KTP
Istimewa
Sidak Duktang di Pelabuhan Benoa, Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk upaya antisipasi penduduk pendatang (duktang) secara illegal di wilayah Kota Denpasar, tim gabungan yang terdiri atas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, Sat Pol PP, Kepolisian, dan KPKL kembali menggelar sidak penduduk pendatang yang menyasar Pelabuhan Benua, Sabtu (30/6/2018).

Pelaksanaan sidak ini masih dalam rangkaian arus mudik lebaran yang menyasar KM Tilongkabila yang membawa sedikitnya 1.169 penumpang.

Dalam sidak tersebut berhasil dipetakan sebanyak 66 orang dengan identitas non KTP Elektronik dan 9 orang diserahkan ke Sat Pol PP lantaran yang bersangkutan hanya mengantongi kartu pelajar dan SIM yang sudah tidak aktif.

Kabid Pendataan Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar, Ni Luh Lely Sriadi mengatakan penataan penduduk pendatang harus dilakukan untuk mengantisipasi penduduk yang ilegal serta mengetahui jumlah pendududk Kota Denpasar sebelum dan pasca arus mudik.

“Total 75 orang yang didata ini mereka tdak mengantongi E-KTP, tetapi ada yang membawa KTP Non Elektronik, Kartu Keluarga, dan bahkan ada yang membawa SIM atau STNK, jadi 75 orang ini akan kita data kembali sebagai upaya tertib administrasi apakah ada pelanggaran atau tidak,” katanya.

Ia juga mengatakan selain untuk pengendalian penduduk di Kota Denpasar, kegiatan ini juga salah satu upaya untuk mensosialisasikan kepada penduduk pendatang bahwa E-KTP itu sangat penting.

"Untuk itu saya imbau agar semua penduduk kemanapun tujuannya harus membawa E-KTP," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Benoa, Kompol Ni Made Sukerti menegaskan, prosedur mendapatkan tiket agar bisa masuk melalui kapal harus menggunakan identitas, paling tidak KTP, SIM maupun KK.

Sedangkan untuk anak dibawa umur bisa menggunakan kartu pelajar.

“Prosedur di sini sudah jalan, namun terkait catatan sipil masih ada yang belum memiliki E-KTP, maka itu perlu di data untuk mengetahui jumlah penduduk yang ada di Denpasar Bali khususnya dan Indonesia umumnya,’’ katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved