Dalam Tempo 3 Jam Kumpulkan 3 Truk Kayu, Pantai Matahari Terbit Dipenuhi Sampah
Berbagai potongan kayu dengan diameter kecil hingga jumbo terlihat memenuhi area Pantai Matahari Terbit, Denpasar, pada Minggu (22/7).
Penulis: Hisyam Mudin | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Berbagai potongan kayu dengan diameter kecil hingga jumbo terlihat memenuhi area Pantai Matahari Terbit, Denpasar, pada Minggu (22/7).
Sampah potongan kayu yang dikumpulkan sebanyak tiga truk. Jumlah ini hanya tiga jam pengambilan sampah, pasca dibersihkan terlihat sampah masih ‘berdatangan’.
Pantauan Tribun Bali, sekitar pukul 13.00 Wita, sampah berupa potongan kayu terlihat masih mengotori bibir pantai berpasir hitam ini.
Kondisi ini pun menjadi tontonan pengunjung pantai. Bahkan sejumlah pengunjung dan anak-anak pun memanfaatkan kondisi tersebut dengan mencari barang-barang bekas yang masih bermanfaat.
"Cari barang, ini ada perak," ujar seorang perempuan, salah satu pengunjung sembari memberikan sebuah koin yang ia temukan kepada temannya.
Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ketut Adi Wiguna, mengklaim sampah kiriman tersebut sudah selesai dibersihkan.
"Semua sudah bersih, sejak pagi pukul 07.00 Wita, petugas sudah melakukan pembersihan dan sekitar pukul 10.15 Wita sudah selesai semua," ujarnya.
Ia mengatakan, sampah kiriman yang menumpuk ini disebabkan kondisi cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan ini.
"Sampah kiriman, itu karena kondisi cuaca buruk beberapa hari yang lalu. Kemungkin sampah ini dari tetangga, seperti wilayah Gianyar bahkan Lombok," duganya.
Untuk mengatasi sampah ini pihaknya mengerahkan 15 orang petugas kebersihan. Setidaknya para petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mengatasi sampah berupa potongan kayu ini.
Hasilnya, volume sampah yang dikumpulkan sebanyak tiga truk atau sekitar 1,5 ton.
Jika warga menuturkan kondisi ini sudah terjadi tiga hari, Wiguna mengklaim, sampah potongan kayu ini baru menumpuk dua hari, atau sejak Sabtu (21/7) lalu.
Pun ia katakan, sampah kiriman ini muncul pada sore hari sehingga pihaknya tidak langsung membersihkan karena petugas sudah pulang.
Informasi yang dihimpun di lapangan, kondisi ini terjadi sejak tanggal 20 Juli 2018. Namun pihak DLHK baru bisa menangani Minggu (22/7).
"Sampai sekarang (kemarin) saya belum lihat petugas, mungkin mereka sudah atasi pagi tadi (kemarin), tapi ini masih banyak. Kemungkinan sampah ini menumpuk hari Jumat (20/7) karena hari Kamis itu saya lihat masih bersih," ujar Ngurah Sugiarta, pria yang mengaku sering mandi di Pantai Matahari Terbit saat ditemui di lokasi siang kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sampah-musiman-di-pantai-mertasari_20180723_093905.jpg)