Fenomena Alam
Efek Gerhana Bulan, LAPAN Minta Warga Waspada Gelombang Tinggi
LAPAN menemukan ada efek gabungan gelombang tinggi di laut dengan pasang maksimum saat purnama dan gerhana bulan
Penulis: Rizki Laelani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Saat terjadi gerhana bulan total, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap waspada.
LAPAN menemukan ada efek gabungan gelombang tinggi di laut dengan pasang maksimum saat purnama dan gerhana bulan.
Dari selatan tenggara angin cukup kencang, yakni sekitar 30 km per jam.
Hal tersebut akan menimbulkan gelombang laut sekitar tiga meter di Samudera Hindia yang mengarah ke pantai selatan.
Di antara yang terkena imbas adalah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian pantai barat Sumatera.
Baca: Inilah Prakiraan Cuaca di Denpasar Jelang Gerhana Bulan Blood Moon
Sementara saat purnama, khususnya sekitar waktu gerhana bulan, dikatakan Thomas gaya pasang surut Bulan diperkuat gaya pasang surut Matahari.
"Akibatnya, pasang air laut menjadi maksimum," ucap seorang ahli bidang astronomi, Thomas.
Baca: Nasib TPS Bawah Tanah Senilai Rp 24 Miliar di Denpasar, Ini yang Dilakukan Warga Pulau Kawe
"Efek gabungan gelombang tinggi dan pasang maksimum bisa menyebabkan banjir pasang (rob) melimpah ke daratan yang lebih jauh," tuturnya.
Baca: Puluhan Wisatawan WNA Tiongkok Terperangkap Dalam Bus yang Terguling di Uluwatu
Gerhana bulan total terjadi pada 28 Juli dini hari nanti, di mana wilayah Indonesia dapat melihat peristiwa alam tersebut secara langsung.
Thomas menjelaskan, fase gerhana dimulai pukul 02.24 sampai 06.19 Wita. Sementara untuk untuk WITA dan WIT, waktunya menyesuaikanPada kesempatan tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gerhana-bulan-total_20180715_191749.jpg)