Breaking News:

Serba Serbi

Kenapa Saat Terjadi Gempa Bumi Orang Bali Teriak Idup idup idup?

Dikisahkan pada jaman dahulu ada janda yang memiliki dua anak yaitu lelaki anak pertama dan perempuan anak kedua

Ilustrasi gempa 

Marah dengan ulah sang ibu terjadilah pertempuran antara lelaki yang berubah menjadi naga dengan naga 'kekasih' ibunya. 

Kori Agung Pura Desa Sayan, Ubud, Bali rusak akibat gempa yang terjadi pada Minggu (5/8/2018) malam
Kori Agung Pura Desa Sayan, Ubud, Bali yang berusia 250 tahun rusak akibat gempa yang terjadi pada Minggu (5/8/2018) malam (Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta)

Naga itu bisa dikalahkan namun sang ibu akhirnya juga meninggal.

Kakak beradik ini kemudian berjalan ke arah Bukit Lesung. 

Sampai di Bukit Lesung, sang kakak yang sudah jadi naga masuk ke dalam perut bumi.

Sehingga saat sang kakak gelisah ingin tahu kabar adiknya akan terjadi gempa.

Dan saat terjadi gempa maka orang Bali akan berteriak idup idup idup sambil membunyikan kentongan untuk memberitahu bahwa sang adik masih hidup di atas.

Namun faktanya, menurut Staf Pusat Kajian Lontar Unud, Putu Eka Guna Yasa hal itu merupakan tradisi lisan yang diteruskan secara turun-temurun.

"Itu tradisi lisan. Tidak ada mengenai hal itu dalam lontar," kata Guna ketika dihubungi Senin (6/8/2018) siang.

Ada dua makna yang terkandung dalam teriakan idup idup sambil memukul kentongan tersebut.

LONTAR USADA - Salah satu lontar usada yang ada di Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana.
Ilustrasi Lontar- Salah satu lontar usada yang ada di Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana. (Tribun Bali/Irma Budiarti)

Pertama berfungsi untuk mempercepat sosialisasi keadaan yang kacau, maupun panik dan memberi tahu atau memberi tanda kepada orang lain bahwa sedang terjadi gempa sehingga bisa melakukan proses penyelamatan diri.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved