Dokter Bagus Darmayasa Persembahkan 124 Lukisan untuk HUT Bali
Dengan tema “Resep di Atas Kanvas” Darmayasa mengatakan dirinya memberikan sebuah Suplemen untuk Dirgahayu Provinsi Bali ke-60
Penulis: Busrah Ardans | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jarang sekali melihat seorang Dokter yang juga sebagai seorang pelukis. dr Bagus Darmayas satu di antaranya. Puluhan tahun berprofesi sebagai dokter tidak membuat dirinya lupa dengan hobi seni lukisnya.
Dengan tema “Resep di Atas Kanvas” Darmayasa mengatakan dirinya memberikan sebuah Suplemen untuk Dirgahayu Provinsi Bali ke-60 juga Hari kemerdekaan RI ke-73.
Saat dikonfirmasi siang tadi Dokter yang saat ini menjabat sebagai orang nomor satu di RSUD Bali Mandara, mengungkapkan sejak kecil dirinya menyukai dunia seni, bahkan hampir melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi seni.
"Menyukai lukis sudah sejak kecil. Saya bercita-cita ingi kuliah di ITB, Seni rupa. Tetapi karena orangtua menginginkan anaknya jadi dokter maka saya mengikutinya." ungkap dia.
Jadilah kini katanya Dokter sekaligus pelukis. Dalam HUT Bali itu dirinya mempersembahkan 124 lukisan tangannya di halaman utama Kantor Gubernur Bali.
"Keseluruhannya ada 124 lukisan yang dalam kesempatan ini sebagai pribadi ikut memeriahkan kegiatan ini. Tema yang saya ambil paling banyak flora dan fauna." katanya menjelaskan.
Ditanya perihal bagaimana membagi waktu antara kewajiban sebagai dokter dan meluangkan waktu hobinya, ia mengungkapkan biasanya menggambar tiap malam hari.
"Menggambar itu membuat saya tenang. Ketika saya belum bisa tidur, misalnya jam 11 malam, itu saya gambar sampai saya ngantuk. Dua jam lah, anggap jam 1 saya tidur, besok pagi tinggal dilanjutkan lagi." ungkap Bagus yang juga sebelumnya menjabat sebagai Direktur RSJ Provinsi Bali.
Selain itu tambah dia lukisan yang dihasilkan ternyata menghasilkan uang. Lukisan fauna yang digambar beberapa waktu lalu dibayar Rp 5 juta.
"Biasa juga saya kirim lukisan saya ke bos-bos gitu. Sebenarnya saya tidak jual tetapi ada yang mau beli jadi ta kasih saja. Kapan lalu lukisan Zebra Loreng saya laku Rp 5 juta." tambahnya.
Dengan melukis ia mengungkapkan dapat menghaluskan jiwanya. Apalagi dirinya pernah bekerja di rumah sakit jiwa di Bangli yang membuatnya terinspirasi.
"Melukis harus mulai dengan berani. Saya justru lebih senang dengan lukisan anak-anak yang original begitu. Jadi jangan takut untuk memulai bagi siapa saja yang baru belajar melukis." ungkapnya.
Pameran Goresan Tangan dokter Bagus Darmayasa juga menyampaikan seni adalah sebuah terapi. Sehingga seni sederhana ini bisa disebut sebagai klinik atau media penyembuhan, Simply Art Clinic. Menjaga keseimbangan hidup memerlukan saluran. Terapi seni merupakan salah satu saluran.
"Terapi seni merupakan bagian penting untuk pemeliharaan kesehatan, tetapi di Indonesia, terutama Bali, masih sedikit dijalankan. Ini sudah sering saya terapkan semasa masih menjadi Direktur di Bangli.” demikian jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dokter-bagus-darmayasa_20180814_194919.jpg)