Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kehilangan Momen Indah, Anggota Paskibraka Mendadak Menangis Sebelum Bertugas, Ini Penyebabnya

Anggota Paskibraka itu kehilangan ponsel jenis android, saat sedang bertugas mengibarkan bendera pada upacara HUT ke-73

Editor: Rizki Laelani
Sejumlah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sarolangun berpose. 

TRIBUN-BALI.COM, SAROLANGUN - Sejumlah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sarolangun menjadi korban pencurian.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Anggota Paskibraka itu kehilangan ponsel jenis android, saat sedang bertugas mengibarkan bendera pada upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI, di lapangan Desa Gerabak, Jumat (17/8/2018).

Camat Batang Asai, Arpan, mengatakan ponsel anggota Paskibraka yang dicuri berjumlah 25 unit.

Lokasi kejadian tepat berada di depan Mapolsek Batang Asai.

Baca: AHY dan Annisa Langgar Larangan Pemerintah Arab Saudi? Foto Ini yang Dipermasalahkan

Baca: Video, Ini Sosok Diah Gadis 19 Tahun Kekasih Bos Kartel Narkoba yang Otaki Pembakaran Satu Keluarga

Baca: Pengakuan PSK Saya Baru Sebulan, Terpaksa karena Adik Saya Masih SD dan SMP, Butuh Biaya

Dia menuturkan sekira pukul 09.00 WIB, sebelum upacara dimulai, semua anggota Paskibraka bersepakat telah menitipkan semua jenis handphone dalam sebuah tas.

Tas itu diletakkan di dalam sebuah mobil pikap milik seorang anggota polsek setempat. Mobil itu diparkir di depan Mapolsek Batang Asai.

Setelah lima menit, angota Paskibraka meniggalkan tempat kejadian.

Karena upacara belum dimulai, beberapa orang anggota Paskibraka kembali ke mobil untuk mengecek HP.

"Namun mereka terkejut, karena tas yang berisikan seluruh HP anggota Paskibraka sudah tidak ada lagi di dalam mobil," katanya.

Semua ponsel yang ditinggalkan dalam mobil yang terparkir di depan mapolsek tersebut raib dibawa maling. Sampai saat ini, belum diketahui siapa pelakunya.

"Kasihan lihat anak-anak itu. Tidak sampai lima menit ditinggal di dalam mobil. Saat kembali sudah tidak ada lagi."

"Anggota Paskibraka pada nangis. Yang mereka tangisi buka masalah harga handphonenya, tapi isi dalam ponsel berupa kenangan mereka saat latihan," tutur Arpan, Camat Batang Asai.

Sekretaris Camat Batang Asai, Sulai, mengatakan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian itu menimpa anggota Paskibraka berjumlah 17 orang.

Mereka kehilangan 25 unit ponsel android.

Baca: Ilmu Hantu Prajurit Kopassus Bikin Prajurit AS Ketakutan hingga Jenderal di Pentagon Keheranan

Baca: Memaknai Gempa Bumi Berdasar Lontar Palelindon, Mulai dari Kepemimpinan Hingga Introspeksi Diri

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved