Nengah Sringelah Bingung Cari Tempat Jualan, Proyek Penataan Penelokan Digarap Dalam Waktu Dekat
Proyek penataan objek wisata Penelokan, Kintamani, yang berulang kali diwacanakan, akhirnya kini akan segera dilaksanakan pengerjaan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Proyek penataan objek wisata Penelokan, Kintamani, yang berulang kali diwacanakan, akhirnya kini akan segera dilaksanakan pengerjaan.
Namun demikian, pengerjaan proyek senilai belasan miliar rupiah itu, justru menimbulkan permasalahan baru, utamanya di kalangan pedagang kecil.
Seperti diungkapkan oleh Ni Nengah Sringelah, Minggu (19/8/2018), berdasarkan informasi yang dia tahu, rencana pembangunan objek wisata Penelokan akan dimulai pada seminggu kedepan.
Pihaknya praktis dibuat bingung karena Penelokan-lah yang menjadi tempat dia dan anaknya mencari nafkah.
“Kami nggak tahu dah bagaimana kepastiannya. Mungkin berhenti selama 4 bulan, sampai pembangunannya selesai,” ucap pedagang kain asal Desa Batur Tengah, Kintamani ini.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ni Wayan Adi Ratna.
Pedangang makanan dan minuman di Objek Wisata Penelokan, Kintamani ini mengatakan, informasi pelaksanaan proyek penataan penelokan diketahui dari salah seorang pemborong (rekanan) pada hari Selasa (14/8/2018) lalu, di mana rencananya pembangunan akan berlangsung dua hari kedepan.
Namun, hingga Minggu (19/8/2018) justru belum ada kegiatan pembangunan yang berlangsung.
Begitupun dengan kepastian lokasi dagang sementara ketika kegiatan pembangunan dilangsungkan.
Diakui Ratna, belum ada kejelasan dari pihak dinas terkait, akan lokasi dagang sementara bagi 150 pedagang yang aktif mencari nafkah di Objek Wisata Penelokan ini.
“Hanya pemborong yang kasih tahu kami, sedangkan dari dinas tidak ada. Kalupun dipindah, satu-satunya tempat hanya di tempat parkir Museum Geopark Batur. Tapi di sana sepi, jarang ada tamu. Hanya liburan sekolah anak-anak Bali saja ada pemasukan. Sisanya, hanya melayani para pedagang saja,” ucap wanita asal Desa Batur Tengah, Kintamani ini.
Dikonfirmasi mengenai Kejelasan Proyek Penataan Objek Wisata Penelokan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangli, mengaku belum mengetahui secara pasti apakah proyek tersebut sudah ada pemenang lelangnya atau belum.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Kabid Bina Objek pariwisata, I Wayan Bona.
Sementara Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bangli, I Made Ari Pulasari mengatakan, proyek tersebut sudah ada pemenang lelangnya, yang ditetapkan pada Kamis (16/8/2018).
Masa pengerjaan proyek penataan Panelokan membutuhkan waktu selama empat bulan, dengan total anggaran mencapai Rp 12,6 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-para-pedagang-di-objek-wisata-penelokan-kintamani-minggu-1982018_20180820_134151.jpg)