Ngopi Santai

Sindrom Gempa Khayalan, Apa Itu dan Apakah Anda Mengalaminya?

"Gempa, gempa, gempa lagiii..," perempuan itu berteriak tiga kali. Ia lari ke halaman rumah meloncat-loncat. Wajahnya menunjukkan kepanikan.

Sindrom Gempa Khayalan, Apa Itu dan Apakah Anda Mengalaminya?
Net
Ilustrasi 

Saat kamu duduk di meja kerja seakan lantai bergoyang padahal tidak, saat kamu di toilet seakan tembok bergetar padahal tidak, saat di halte menunggu bus seakan kamu diayak bak pasir padahal tidak.

Bahkan saat sedang tidur kasur mu seakan terangkat padahal tidak.

Gempa khayalan sama halnya dengan kondisi di mana seseorang merasa terus bergoyang saat berada di darat setelah melewati perjalanan di laut.

Dalam halusinasi lainnya, pernah tidak terngiang suara ponsel berdering meskipun tidak ada yang menghubungi kalian. Pernah tidak merasakan saku bergetar padahal ponsel kalian ada pada mode dering.

Dr Hideaki dari Mejiro University Clinic menyebutkan, sensasi ini adalah kondisi yang mirip dengan penyakit gerakan. Gempa khayalan semacam ketakutan psikologis yang membayangi kepala.

Gempa khayalan representasi ketakutan bagi orang yang telah menyaksikan gempa bumi besar sebelumnya. 

Korban khawatir terhadap gempa besar yang telah atau akan terjadi.

Mereka yang menderita sindrom ini telah mengalami sejumlah tremor atau sedang merasakan guncangan bumi yang cukup sering sehingga gempa menjadi peristiwa yang umum.

Meskipun tidak ada obat, dokter menyarankan agar orang-orang yang mengalami perasaan ini fokus menenangkan diri.

 Jangan panik yang hanya akan membuat keadaan menjadi lebih buruk lagi. 

Halaman
1234
Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved