Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Temukan 2,84 Gram Sabu di Rumah Atlet, PB Biliar Gugurkan Gede Perak di Penjaringan

I Gede Eriadi Febrianta alias Perak, tertunduk di Kantor Satuan Narkoba Polres Klungkung, Senin (8/9/2018)

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
NARKOBA - Polisi menujukkan para pelaku penyalahgunaan narkoba di Kantor Satuan Narkoba Polres Klungkung, Senin (3/9). Satu di antaranya adalah atlet biliar Klungkung yang sempat menoreh prestasi. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Gede Eriadi Febrianta alias Perak, tertunduk di Kantor Satuan Narkoba Polres Klungkung, Senin (8/9/2018).

Warga Banjar Bingin Desa Kusamba, Klungkung ini merupakan juara Porkab Klungkung cabang olarhraga biliar.

Namun ia ditangkap karena terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

Atas perbuatannya itu, peria berusia 28 itu terpaksa digugurkan dari penjaringan atlet biliar Klungkung.

"Saya pakai narkoba agar lebih fokus dan konsentrai untuk main biliar. Selain itu agar punya tenaga lebih juga," dalih Perak saat ditemui di Kantor Satuan Narkoba Polres Klungkung, Senin (3/9/2018).

Perak mendapatkan sabu-sabu dengan membeli seharga Rp 1,5 juta satu paket.

Ia lalu memakainya sedikit demi sedikit.

Meskipun pecandu, Perak ternyata cukup berprestasi di cabor biliar.

Ia berhasil mendapatkan juara satu Porkab Klungkung tahun 2017 usia dewasa.

Selain itu, ia pernah meraih juara dua saat helatan lomba biliar perorangan di Denpasar, dan masuk semi final di Gianyar.

"Saat ini saya juga sedang ikut proses penjaringan atlet Klungkung untuk cabang biliar," jelas Perak menunduk dengan tangan terborgol.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) Klungkung, I Ketut Suarta menjelaskan, Gede Eriadi Febrianta memang merupakan atlet yang sedang ikut seleksi.

Setelah menjadi juara satu di Porkab, ia dinyatakan lolos seleksi penjaringan atlet dan tinggal menunggu kartu tanda anggota sebagai atlet biliar.

Namun karena terganjal kasus, otomatis ia gugur.

"Karena terganjal kasus, ia terpaksa digugurkan dari penjaringan atlet. Kami tidak ingin atlet kami ada yang terganjal kasus," kata dia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved