Ngopi Santai
Sekali Lagi Luis Milla
Luis Milla diharapkan jadi sang 'mesias' bagi sepak bola Tanah Air khususnya di tingkat senior. Di level ini, timnas tak pernah angkat tropi
Penulis: Miftachul Huda | Editor: Rizki Laelani
Luis Milla diharapkan jadi sang 'mesias' bagi sepak bola Tanah Air khususnya di tingkat senior.
Di level ini, timnas tak pernah angkat tropi AFF sejak 22 tahun umur kompetisi ini digulirkan.
Lima kali jadi finalis dengan jumlah gol terbanyak, dukungan suporter tertinggi, pelatih pelatih terbaik, namun tak pernah juara. Tak ada lagi kata yang tepat untuk mewakili fakta ini selain: ironis
***
Rasanya tidak ada hari yang lebih indah daripada hari-hari ini bagi PSSI, hari dimana PSSI untuk pertamakalinya dapat banyak komentar positif dibanding teriakan nama penghuni kebun binatang yang selama ini banyak mewarnai kolom komentar berita PSSI.
Apresiasi ini bertebaran di berbagai lini massa yang rata-rata menyambut positif langkah PSSI memperpanjang setahun kontrak Luis Milla melatih Timnas Sepakbola Indonesia gelaran Piala AFF dan Sea Games 2019.
Seperti biasa sebagaimana sifat netizen yang agung, suci dan tak pernah salah ini memaknai perpanjangan kontrak Luis Milla berkat doa dan usaha mereka yang dikabulkan Tuhan.
Lihat saja kolom kolom komentar di situs situs olahraga, ada ribuhan keriuhan doa, desakan dan harapan agar Luis Milla diperpanjang sesaat setelah Timnas gagal tembus ke delapan besar.
Tidak saja berhenti di sana, warganet secara berjamaah menggalang petisi bertagar #savemilla, #millastay dan tagar tagar lain.
Saya coba ketik di kolom google dengan keyword 'petisi Milla', ternyata banyak petisi yang digalang bukan hanya satu, dua, atau tiga petisi saja di laman change.org.
Jumlah 'penandatangan' beragam, ada yang hanya ratusan, ribuan dan yang terbesar ada 56 ribu hanya dalam kurun waktu sehari saja.
Pada akhirnya seperti gayung bersambut Edy Rahmayadi ketua PSSI a.k.a Gubernur Sumatra Utara terpilih eks Jendral TNI ini mengumumkan memperpanjang kontrak Luis Milla setahun.
Perpanjangan ini bukan karena desakan netizen, namun kinerjanya yang menurut PSSI masih layak dilanjutkan.
Sambutan hangat datang dari berbagai elemen Tanah Air dari para legenda, pelatih, pemain Timnas, sampai pemain yang berharap masuk timnas berkomentar manis kembalinya Luis Milla ke Indonesia setelah sebelumnya kontraknya habis seiring habisnya Sepakbola di Asian Games 2018.
Luis Milla diharapkan jadi sang mesias bagi sepakbola Tanah Air yang kaya dukungan namun miskin prestasi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/update-posisi-luis-milla_20180826_231154.jpg)