Serba Serbi
Lahir Buda Wage Klawu, Ini Jatah Usianya di Dunia Menurut Wariga
Dilihat dari konteks wariga dengan jalan menjumlahkan urip pancawara dan saptawaranya akan diperoleh perhitungan sebagai berikut.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Buda Wage atau Buda Cemeng Klawu merupakan hari pemujaan untuk Bhatari Rambut Sedana.
Umat Hindu di Bali merayakannya dengan melakukan persembahyangan di merajan di pura maupun menghaturkan sesajen pada tempat usaha.
Hari raya itu dilaksanakan pada hari ini, Rabu (26/9/2018).
Lalu bagaimana peruntungan mereka yang lahir Buda Wage?
Jika dilihat dari konteks wariga dengan jalan menjumlahkan urip pancawara dan saptawaranya akan diperoleh perhitungan sebagai berikut.
Dilihat dari buku Prabhājñana dalam hasil penelitian Ida Bagus Rai Putra dengan judul 'Palintangan: Zodiak Klasik Nusantara dalam Tradisi Bali,' buda (rabu) memiliki urip 7 dan wage memiliki urip 4.
Jika dijumlahkan maka akan didapatkan hasil 11.
Untuk mengetahui jatah umur dengan konsep wariga, hasil penjumlahannya dikalikan 6 sehingga diperoleh 66.
Sehingga jatah hidup di dunia menurut wariga adalah 66 tahun.
Berdasarkan pal Sri Sedana dengan menggunakan jumlah urip 11, peruntungannya yaitu sebagai berikut.
Umur 0 - 6 tahun mendapat nilai 2 yang artinya penghasilan sedang.
Umur 7 - 12 tahun mendapat nilai 4 yang berarti baik sekali.
Mendapat nilai 1 saat umur 13 - 24 tahun yang artinya penghasilan sedikit.
Saat berumur 25 - 30 tahun mendapat nilai prestisius yaitu 8 yang artinya sukses.
Ketika berumur 31 - 36 tahun turun drastis menjadi 1.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/banten-otonan_20180203_092831.jpg)