Breaking News:

Kisah Memilukan Whale 52, Si Mamalia Paus Paling Kesepian di Dunia, Hidup Sendiri di Tengah Lautan

Pernah mendengar tentang fenomena hewan mamalia paus paling kesepian di dunia, The Loneliest 52Hz Whale?

Editor: Irma Budiarti
KOMPAS.com via Grid.ID
Paus Biru 

Pada tahun 2015, para peneliti melakukan segala cara untuk kembali menemukan Whale 52 di Samudera Pasifik.

Selain itu peneliti juga akan berencana menaruh mesin yang mengeluarkan suara pada frekuensi 52Hz, dan menerjemahkannya pada frekuensi 12-25 Hz agar Whale 52 dapat berkomunikasi dan tidak merasa sendirian.

Penelitian Dr. William mengenai paus yang kesepian ini dipublikasikan pada tahun 2004 setelah kematiannya melalui jurnal Deep Sea Research.

Jurnal penelitian ini ternyata menarik perhatian publik.

Ilmuwan biota laut, Mary Ann Daher mengatakan bahwa Whalien 52 memiliki popularitas yang menyamakan seorang artis tenar di masyarakat.

Banyak publik yang bersimpati dengan keberadaan paus ini dan meminta pemerintah untuk melakukan sesuatu.

Jurnalis sains New York Times, Andrew Revkin, mengatakan bahwa jurnal penelitian mengenai paus ini sangat menarik hingga mampu menyentuh emosi manusia.

"Menarik bukan bagaimana kisah seekor paus yang kesepian hanya karena memiliki perbedaan frekuensi suara dapat membuat banyak orang ikut emosi," kata Revkin melalui kolomnya.

Kisah paus yang kesepian ini telah menjadi inspirasi banyak pihak.

Pada artikel yang diterbitkan Majalah Atavist pada tahun 2014, kisah whalien 52 telah berhasil menginspirasi para musisi dan artis untuk membuat karya berdasarkan kisah hidupnya.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved