Breaking News:

Terkait Bantuan untuk Umat Hindu yang Terdampak Bencana di Palu, Ini Kata Dirjen Bimas Hindu

Sekitar 5000 orang krama Bali yang ada di Palu terdampak gempa dan tsunami

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Supartika
Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Ketut Widnya. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekitar 5.000 orang krama Bali yang ada di Palu terdampak gempa dan tsunami.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris PHDI Sulawesi Tengah, I Ketut Suarayasa ketika dihubungi Tribun Bali, Selasa (2/9/2018) petang.

"Yang terkena dampak di Palu ada sekitar 5.000 jiwa. Dampaknya ini meluas dengan tiga kondisi berbeda," kata Suarayasa.

Pertama, gempa berdampak terhadap semua rumah dan efeknya itu ke semua umat Hindu yang ada di sana.

Kedua, saat tsunami juga ada beberapa krama Bali yang terkena dampak bahkan polisi yang sedang berjaga juga meninggal.

Kondisi ketiga yaitu di perbatasan Palu dan Sigi tepatnya di Petobo ada perumahan krama Bali yang amblas karena lumpur (likuifaksi).

"Terkait yang terkena lumpur kami belum punya data pasti berapa umat kita di rumah itu yang hilang. Semua umat kena dampak semua mengungsi," katanya.

Umat Hindu di sana sudah terkonsentrasi di perumahannya masing-masing.

Tapi hanya tinggal di depan rumah karena rumah di komplek yang kebetulan banyak orang Balinya tidak sampai roboh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved