Ngopi Santai
Satu Langkah Lagi Coach!
SELANGKAH lagi Timnas U-19 Indonesia bisa berlaga di Piala Dunia U-20 di Polandia tahun depan. Hanya butuh waktu 90 menit
Penulis: Rizki Laelani | Editor: Rizki Laelani
Satu Langkah Lagi Coach!
SELANGKAH lagi Timnas U-19 Indonesia bisa berlaga di Piala Dunia U-20 di Polandia tahun depan. Hanya butuh waktu 90 menit untuk menggenggam mutlak tiket ke Piala Dunia.
Mimpi yang empat tahun lalu pernah diutaran Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri saat kunjungan ke Kantor Redaksi Tribun Bali di Jalan Prof IB Mantra, Ketewel, Sukawati, Bali.
Saat itu, Coach Indra datang sebagai komandan tertinggi skuat Bali United Pusam.
Coach Indra melanjutkan kebiasaan, yakni membina pemain muda. Bali United diarsiteki pelatih yang mengorbitkan para pemain timnas U-19 pada 2013. Kesempatan berlaga di Piala Dunia bukan yang pertama didapat Coach Indra Sjafri sebagai pelatih.
Pada 2014 lalu, pelatih asal Sumatra Barat ini memiliki kesempatan yang sama setelah
mengalahkan Korea Selatan di Kualifikasi Piala Asia U-19 pada 2013 silam. Namun, secara tragis dan menyedihkan, tim nasional U-19 asuhan Coach Indra tersingkir secara dini dari Piala Asia U-19.
Baca: Link Live Streaming RCTI- Ada Semangat Sumpah Pemuda Pada Skuat Timnas U-19 Indonesia Vs Jepang
Baca: Laga Timnas U-19 Indonesia Vs Jepang- Ini Prediksi Pemain Timnas Jepang yang Bisa Jegal Indonesia
Baca: Laga Timnas U-19 Indonesia VS Jepang- Egy Maulana Diragukan Tampil, Coach Indra Siapkan Sosok Ini
Saat itu, jangankan menjadi semifinalis untuk merebut satu tiket ke Piala Dunia U-20, sekadar lolos dari babak grup pun Evan Dimas, dkk, tak sanggup. Puncak tersingkirnya, saat Timnas U-19 Indonesia menelan kekalahan 0-1 dari Australia pada pertandingan Piala Asia U-19 di Stadion Thuwunna, Yangon, Minggu (12/10/2014).
Memikul ekspektasi besar bersama generasi emas yang dimotori Evan Dimas, dkk, Timnas U-19 Indonesia tersingkir secara menyakitkan dan membekas. Bukan hanya di kalangan tim yang dihuni pemain belia, Coach Indra pun merasakan hal sama.
Luka yang timbul dari sebuah harapan besar pada timnas itu pun dirasakan sakit oleh masyarakat Indonesia. Pada saat itu, saya melihat, beban teramat berat dipikul Evan Dimas. Beban itu membuat Putu Gede dan tim bermain tidak lepas.
Baca: Ini Sisi Kelemahan Timnas Jepang yang Wajib Diketahui Timnas U-19 Indonesia
Baca: Pelatih Timnas Jepang Bicarakan Kekuatan Timnas U-19 Indonesia: Mereka Punya Senjata Mematikan
Baca: Indra Sjafri Kantongi Kekuatan Timnas Jepang, Langkah Ini Disusun Redam Permaian Lawan
Sudah memikul beban moral, skuat anak asuh Coach Indra pun terlihat kelelahan oleh rangkaian road show pertandingan yang mencapai 40an laga. Namun, saya yakin penilaian itu hanya mencari pembenaran dari aspek-aspek non-kasat mata.
Sudah lah, itu terjadi 2014 silam. Datang ke Bali, Coach Indra "tanpa berpikir" timnas, mulai membangun sepak bola dari nol. Namun, negara kembali memanggil Coach Indra. Asa itu datang saat Edy Rahmayadi baru dilantik Ketua Umum PSSI.
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, meminta Coach Indra untuk jadi arsitek skuat Tim Nasional U-19. Saat itu, Coach Indra sangat emosional, dia sempat terdiam dan menitikkan air mata dalam sesi konferensi pers pengenalan pelatih baru Bali United, Senin (6/2/2017).
Coach Indra mengucapkan terima-kasih kepada suporter dan manajemen klub serta meminta para penggemar tetap menyuarakan dukungan. Perjalanan Indra bersama Serdadu Tridatu itu memang telah resmi berakhir pekan ini.
Namun, kebersamaan dengan Timnas U-19 di tahun 2017 terbilang singkat. Kontrak Coach Indra menangani Timnas U-19 Indonesia diputus lantaran dianggap gagal dalam dua ajang terakhir yang diikuti Timnas Indonesia U-19, yakni di Piala AFF U-18 2017 serta kualifikasi Piala Asia U-19 2018.
Di Piala AFF U-18 2017, Indra Sjafri diberi tugas mengantar Tim Garuda Nusantara meraih gelar juara. Namun, Egy Maulana Vikri dkk, hanya finis di peringkat ketiga.
Selanjutnya, di ajang Kualifikasi Piala Asia U-19 2018, kendati Indonesia sudah dipastikan lolos ke putaran final dengan status sebagai tuan rumah, Egy Maulana cs. mengalami kekalahan telak 1-4 dari Malaysia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/satu-langkah-lagi_20181028_132550.jpg)