Generasi Muda Bali Alami Penurunan Kualitas Pamahaman Aksara Bali

Dalam Pergub tersebut juga diatur mengenai plang papan nama kantor pemerintah, sekolah serta swasta harus menggunakan aksara Bali

Generasi Muda Bali Alami Penurunan Kualitas Pamahaman Aksara Bali
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
I Putu Eka Gunayasa (dua dari kiri) menjadi salah satu pembicara dalam acara relaunching dan bedah buku 'Shastra Wangsa' di UNHI pada Minggu (28/10/2018). 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali kini telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 80 Tahun 2018.

Pergub tersebut tentang perlindungan dan penggunaan bahasa, aksara dan sastra Bali serta penyelenggaraan bulan bahasa Bali.

Dalam Pergub tersebut juga diatur mengenai plang papan nama kantor pemerintah, sekolah serta swasta harus menggunakan aksara Bali.

Namun nyatanya, ada beberapa plang nama kantor pemerintahan dan swasta yang keliru dalam penggunaan aksara Bali.

Kesalahan tersebut setidaknya terjadi di plang Kantor Gubernur Bali, Kantor Bupati Klungkung hingga di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Akademisi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud), I Putu Eka Gunayasa menilai kesalahan semacam ini tidak bisa dianggap remeh.

Hal ini menurutnya sudah menunjukkan bahwa generasi muda di Bali kini mengalami penurunan kualitas pemahaman aksara Bali.

"Artinya untuk menulis kosakata Bahasa Bali dan termasuk serapannya bahasa Indonesia dan asing orang Bali rikuh gitu lho. Ini kan artinya penurunan kualitas kemampuan dari generasi muda Bali pada umumnya untuk di bidang aksaranya," jelas akademisi asal Bangli ini.

Dirinya menjelaskan bahwa aksara Bali merupakan bagian dari kultur yang menyelamatkan peradaban Bali.

"Cobak rage sing ngelah aksara sing ngidaang nulis di atas lontar (Coba kalau kita tidak punya aksara tidak bisa nulis di atas lontar)," terangnya kepada Tribun Bali, Minggu (28/10/2018) usai menjadi pembicara pada relaunching dan bedah buku 'Shastra Wangsa' di UNHI, Denpasar.

Menurutnya kedepan aksara Bali perlu dilestarikan dan juga dikembangkan dalam konteks tersebut. (*)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved