JKN

JKN-KIS Hapus Kegalauan Komang

Padahal menurutnya tidak ada riwayat sebelumnya dan tidak ada tanda-tanda suaminya akan tertimpa musibah tersebut.

Editor: Eviera Paramita Sandi

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR -  Ni Komang Suriani (32), bercerita tentang pengalamannya menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ketika suaminya I Wayan Gde Sumerdika (42) yang merupakan peserta JKN-KIS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Gianyar secara mendadak terkena serangan jantung dan harus mendapat tindakan pemasangan ring.

Ia menceritakan bahwa pernah mengajukan pendaftaran peserta JKN-KIS PBI di Kabupaten Gianyar melalui desanya.

Dengan kondisi keluarga yang kurang mampu, ia pun mencoba untuk mendaftar melalui segmen PBI.

Pada bulan Juni 2018 ia menerima kartu KIS untuk satu keluarga dan di bulan yang sama suaminya tiba-tiba terkena serangan jantung.

Padahal menurutnya tidak ada riwayat sebelumnya dan tidak ada tanda-tanda suaminya akan tertimpa musibah tersebut.

Jelas saja ia dan keluarganya syok melihat kondisi Wayan yang sempat kritis dan tidak sadarkan diri selama sehari.

"Dokter di RSUP Sanglah menyatakan bahwa paling lambat dalam jangka waktu 12 jam suaminya harus mendapat tindakan operasi pemasangan Ring. Dokter sempat mengingatkan kalau suami saya punya JKN-KIS dan terdaftar sebagai peserta aktif, ya sebaiknya pakai JKN-KIS biar segera ditangani," kenangnya.

Komang pun teringat akan Kartu Indonesia Sehat yang ia miliki.

Akhirnya Wayan mendapatkan tindakan operasi pada Jumat (6/7/2018).

Meski operasi telah berlalu, eKomang tetap merasa khawatirdengan kemungkinan ada biaya besar yang akan ia dan keluarga keluarkan.

Terlebih lagi dalam satu ruangan rawat inap di kelas 3 terdapat pasien dengan tindakan yang sama yang tidak memiliki jaminan JKN-KIS alias pasie umum mengeluarkan biaya sampai ratusan juta rupiah.

Namun tidak ada biaya sepeserpun yang ia keluarkan atas perawatan yang didapatkan oleh suaminya.

Padahal di bagian administrasi ia sempat melihat bahwa biaya perawatan suaminya kurang lebih mencapai puluhan juta.

Ia pun begitu terharu dan bersyukur dengan yang ia alami saat itu.

Ia menyatakan syukur dan terima kasihnya terhadap JKN-KIS dan pihak RSUP Sanglah yang memberikan pelayanan begitu ramah dan pasti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved