Liputan Khusus
Dua Istana Kerajaan Tertua Turunan Dinasti Majapahit di Bali Ini Runtuh, Begini Kisahnya
Tapi dua istana Kerajaan Mahapahit saat awal masuk Bali itu kini sudah tak ada lagi. Bagaimana jejak sejarah dua puri tersebut?
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ady Sucipto
Kemudian, pada tahun 1343 mulailah proses pemajapahitan Bali yang diawali dengan datangnya ekspedisi Gajah Mada ke Bali yang langsung dipimpin oleh Patih Gajah Mada bersama dengan Tumenggung-nya Arya Damar, dan arya-arya lainnya serta para wesya kala itu.
Majapahit masuk dengan cara menyerang Bali dari berbagai penjuru.
Dalam buku Sejarah Bali dijelaskan bahwa waktu itu Bali dikepung dari sembilan arah yang akhirnya berhasil meruntuhkan Kerajaan Bedahulu.
Setelah itu Pulau Bali dalam keadaan kacau balau. Patih Gajah Mada kemudian memerintahkan Mpu Kepakisan untuk memerintahkan para cucunya untuk menenteramkan daerah jajahan di Bali.
Tiga putra Mpu Kepakisan diangkat oleh Gajah Mada menjadi Cakra Dara, masing-masing memerintah daerah Blambangan, Pasuruan, dan Bali Aga.
Sedangkan putri perempuan dikawinkan dengan Prabu Sukanya yang memerintah di Pulau Sumbawa.
Nah, putra yang paling bungsu Dalem Sri Kresna Kepakisan, oleh Gajah Mada kemudian ditugaskan untuk menjadi Raja di Bali dengan mendirikan Keraton di Samprangan, Gianyar.
Selain Puri atau Keraton Samprangan, kerajaan yang dulunya ada sebelum munculnya puri-puri di Bali adalah Puri Sweca Linggarsa Pura.
Puri ini dulu berpusat di Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung. Namun sayang, baik sejarawan, tokoh masyarakat, bahkan Ketua Paiketan Puri-Puri Sejebag Bali, tidak bisa memberikan penjelasan mengapa tidak ada jejak yang ditinggalkan oleh puri yang satu ini.
“Sama sekali tidak ada jejaknya. Titik dimana keraton itu dulu dibangun tidak ada yang tahu. Bukti-bukti sejarah juga tidak ada. Sempat kami tanyakan ke ahli sejarah, juga tidak bisa memberikan petunjuk karena memang tidak ada bekas peninggalannya,” kata Bendesa Pakraman Gelgel, Putu Arimbawa, saat ditemui dikediamannya pekan lalu.
Ketua Paiketan Puri-Puri Sejebag Bali, Ida Dalem Smara Putra juga tidak berani menebak-nebak dimana sebetulnya Puri Sweca Linggarsa Pura dulu dibangun.
“Kalau itu memang tidak ada yang tahu. Saya tidak tahu,” kata Ida Dalem.
Namun demikian, keberadaan Pura Penataran Jero Agung yang berada di salah satu persimpangan di Desa Gelgel selama ini diyakini sebagai kawasan Puri Sweca Linggarsa Pura terdahulu.
“Selama ini masyarakat cuma meyakini kemungkinan disana dulunya keraton itu. Sebab, pura itu sangat tua,” kata Bendesa Pakraman Gelgel, Putu Arimbawa.
Munculnya Puri Sweca Linggarsa Pura di Gelgel sangat berkaitan dengan Puri Samprangan, Gianyar.