Oki Dengar Suara Krepet-krepet Sebelum Panyengker, Dapur, dan Gudang Perabotan Miliknya Ambruk
Anggota TNI, Polisi, dan warga bahu membahu membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan milik I Kadek Adi Wirawan
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Anggota TNI, Polisi, dan warga bahu membahu membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan milik I Kadek Adi Wirawan (30).
Hujan deras yang mengguyur membuat panyengker, dapur, dan gudang perabotan milik warga Banjar Kukuh Kawan, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, itu ambruk, Kamis (8/11/2018).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.30 Wita saat pemilik rumah sedang berada di dalam kamar.
“Sebelum kejadian saya sempat denger suara krepet-krepet. Karena hujan deras saya kira itu suara anjing yang sedang berkelahi,” ujar Istri Wirawan, Ni Putu Oki Widyantari.
Ia menuturkan, saat kejadian, ia bersama anaknya di dalam kamar.
Karena suara tersebut, Oki memilih keluar untuk memastikan.
Namun tidak ada sesuatu yang mencurigakan.
Karena takut, mereka berlari menuju bale dangin.
Tak lama berselang, dapur dan gudang perabotan tersebut ambruk.
"Untuk sementara kami belum bisa memasak, perabotan kami semua pecah,” sebutnya.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, Putu Trisna Widyatmika mengatakan, tembok panyengker, bangunan dapur dan gudang rumah milik Kadek Adi Ariawan sudah dilakukan penanganan evakuasi.
"Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada karena segala kemungkinan bisa terjadi," tuturnya.
Rendang Zona Merah
Sementara itu, BPBD Karangasem telah memetakan daerah rawan bencana.
Dari delapan kecamatan di Karangasem, Rendang masuk zona merah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anggota-tni-polisi-dan-warga-membersihkan-puing-puing-sisa-reruntuhan-tembok.jpg)