Breaking News:

Serba Serbi

Begini Watak Manusia Berdasarkan Wewaran, Bagaimana dengan Anda?

Ekawara yaitu luang, dwiwara: menga, pepet, triwara: sri, laba, jaya, menala, begitu seterusnya hingga dasawara.

Tribun Bali/Putu Supartika
Ilustrasi lontar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dalam kehidupan masyarakat Bali, dikenal dengan adanya istilah Wewaran.

Wewaran dapat diartikan sebagai ritme atau frekuensi harian.

Ada ritme setiap hari, dua harian, hingga sepuluh harian.

Ritme setiap hari yaitu ekawara, dua harian disebut dwiwara hingga ritme sepuluh harian disebut dasawara.

Ekawara yaitu luang, dwiwara: menga, pepet, triwara: sri, laba, jaya, menala, begitu seterusnya hingga dasawara.

Dengan menggunakan wewaran ini juga bisa menentukan hari baik dan ramalan sifat seseorang.

"Kedudukan wariga padewasan disamping ada atronomi juga ada ilmu yang mempelajari planet-planet yang yang menekankan pada aspek mistiknya yang dalam hal ini adalah aspek ramalannya (tenung) disebut ilmu astrologi," kata Ida Padanda Nabhe Gede Buruan dari Gria Sanding Pejeng dalam seminar tentang Wariga yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana beberapa waktu lalu. 

Berikut adalah tenung watak berdasarkan wewaran yang Ida sajikan dalam seminar tersebut. 

Luang berarti puyung (kosong), suung, embang, sepi, tunggil.

Menga artinya terang, mabuka (terbuka), maleleh, sinah (terlihat).

Pepet berarti saru, mauneb, matutup, peteng (gelap).

Pasah artinya masanehan lenina, bimbang.

Beteng artinya gemuh, subur, nglimbak (berkembang).

Kajeng wataknya keras, tajam, wasiat, meweh, koos (boros).

Sri maknanya subur, gemuh, alus, banban, kedas, apik (perhatian).

Laba: seleg, jemet (rajin), molihang, yatna (serius), becik.

Jaya: inggil, pageh, seneng, meweh, iri

Mandala: wewidangan, ledang, nglimbak, nambet cendek yusa (pendek umur).

Umanis: sawenang-wenang, tabah, terampil.

Paing: layah mata, kadropon, kurang sabar, idealis.

Pon suka pamer, periang bergairah,manis tutur katanya.

Wage sabar, teguh, rajin, tidak suka diremehkan.

Kliwon: agak emosi, cerdas, banyak ide, tekun, terbuka kebablasan, penolong.

Tungleh: arogan, capung makonceng atau tidak tetap pendirian, malu sendiri.

Aryang: pelupa, ulet, sukses.

Urukung: lengah, nglamun, gegabah.

Paniron: sopan sabar, disegani, rejekian

Was: kuat, percaya diri, kemauan keras.

Maulu: pemarah, kemauan keras untuk maju.

Sri: tenang damai, bersih, rupawan berhati-hati, lamban rejekian.

Indra: rupawan beruntung, tenang bersih, kadang ragu-ragu.

Guru: menuntun, cerdik, disegani, dipercayai.

Yama: Suka memfitnah, buat susah, tidak disegani, sifat ini tergantung pembinanya.

Ludra: keras arogan sulit dikendalikan, ia berontak tidak pandang bulu, sehingga menderita.

Brahma: pemarah, angkuh, kemauannya harus dipenuhi.

Kala: loba serakah arogan, buat susah orang lain, dibenci.

Uma: pendiam, teliti, senang mistik, berbakat jadi  para normal.

Dangu yaitu batu sifatnya lemah, lambat dalam segala hal, kurang  cerdik.

Jangur seperti harimau yaitu arogan bengis sombong, buat orang lain sedih.

Gigis atau tanah sifatnya pendiam, menerima apa adanya, suka merendahkan diri, penurut, sopan disegani.

Nohan atau bulan yaitu tenang, tidak mau buat masalah,teliti, sukses.

Ogan atau ulat sifatnya pendiam, bersimpati dg milik orang lain, bila dapat dikendalikan akan jadi orang baik.

Erangan atau matahari, memiliki sifat kurang sabar, angkuh, pamarah, gagal.

Urungan atau api sifatnya emosian, sulit dikendalikan, semangat hidup tinggi, gagal.

Tulus atau air memiliki sifat sejuk sabar sukses 

Dadi atau pohon kayu memiliki sifat apapun yang dikerjakan pasti sukses.

Pandita: cerdik pandai religious, disegani.

Pati: selalu suka duka, dalam jangka panjang sukses.

Suka: gembira, senang tidak banyak beban.

Duka: selalu bersedih, malang, terhambat hidupnya, gagal berkepanjangan.

Sri: rupawan, suka berdandan, disegani perempuan, penolong, sayang pada miliknya.

Manuh: pendiam, penurut, tekun.

Manusa: kurang beruntung  selalu menderita, bermasalah, gagal.

Raja: cerdik, pandai, berwibawa, pemimpin disegani, kaya, sukses.

Dewa: cerdik berpengetahuan, ahli segalanya, disegani, berwibawa.

Raksasa: bengis rakus serakah loba, harus dipenuhi, tidak pernah puas, suka buat susah.

Begitulah sifat seseorang berdasarkan wewaran.

Bagaimana dengan anda? (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved