Galungan dan Joged Bumbung dalam Satu Panggung di Art Center

SMKN 3 Denpasar berada satu panggung dengan SMAN 1 Kuta dalam Bali Mandara Nawanatya III 2018

Galungan dan Joged Bumbung dalam Satu Panggung di Art Center
Panitia Bali Mandara Nawanatya III/Widnyana Sudibya
Penampilan SMKN 3 Denpasar dan SMAN 1 Kuta dalam Bali Mandara Nawanatya III 2018, di Kalangan Madya Mandala, Art Center, Jumat (17/11/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - SMKN 3 Denpasar berada satu panggung dengan SMAN 1 Kuta dalam Bali Mandara Nawanatya III 2018, di Kalangan Madya Mandala, Art Center, Jumat (16/11/2018) malam.

Menggunakan nama Sanggar Widya Prabhaswara, SMKN 3 Denpasar menampilkan sebuah garapan yang bertajuk Me Galung.

Berdasarkan keterangan Kepala SMKN 3 Denpasar, Anak Agung Bagus Wijaya Putra, Me Galung memiliki filosofi akan sebuah perayaan Galungan yang berusaha menegakkan dharma yang berlandaskan budaya.

Suasana perayaan Galungan ditampilkan sengan kental yang diterjemahkan melalui gamelan dan tarian, serta membuat penonton terhanyut akan magisnya merahinan.

"Anak-anak merasa tertantang dan bersemangat pentas di sini, ini salah satu tempat dimana anak-anak bisa menunjukkan kecintaannya akan budaya dan tradisi Bali," kata Wijaya.

Sementara SMAN 1 Kuta menampilkan garapan kombinasi yang dimaksimalkan pada kesenian joged bumbung.

"Keprihatinan akan kesenian joged yang dipandang kehilangan pakem menjadi landasan terciptanya garapan ini," kata I Ketut Sumandhi Arta, Kepala SMAN 1 Kuta, Badung.

Suasana tetrikal dan joged bumbung yang masih tradisional membuat garapan ini memberi pesan mendalam bahwa joged bumbung perlu pelestarian. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved