Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Suku Sentinel Ternyata Pernah Diculuk untuk Dijadikan Eksperimen, Begini Kisahnya

Pada akhir abad 19 ketika India masih sebagai koloni Inggris, seorang perwira Royal Navy, Murice Vidal Portman mendarat di pulau Sentinel

Editor: Irma Budiarti
Kolase/twitter@respectablelawyer
Suku Sentinel yang dikenal tertutup dan enggan berkomunikasi dengan orang asing. 

TRIBUN-BALI.COM - Nama seorang turis asal Amerika Serikat, John Allen Chau mendadak mewarnai berbagai media massa.

Ia tewas dipanah saat mengunjungi Pulau Sentinel di Kepulauan Andaman, India.

Pelakunya siapa lagi kalau bukan suku Sentinel yang merupakan penduduk asli di sana.

Dikutip dari New York Times, Minggu (25/11/2018) suku Sentinel sendiri memang dikenal barbar karena bakal membunuh siapapun yang memasuki pulau mereka.

Mereka juga menolak adanya modernisasi.

Laporan dari India Today mengatakan jika suku ini tidak mengenal berjabat tangan sebagai salam keakraban.

Sebagai gantinya sesama anggota suku menggunakan salam dengan duduk di pangkuan satu sama lain dan mendaratkan tamparan hangat di punggung.

Akan tetapi keramah tamahan mereka berubah 180 derajat menjadi berang tatkala ada orang asing masuk ke pulau.

Kapak, panah dan senjata tajam lainnya akan melesat menyasar orang asing tersebut.

Akan tetapi anggota suku Sentinel pernah diculik.

Pada akhir abad 19 ketika India masih sebagai koloni Inggris, seorang perwira Royal Navy, Murice Vidal Portman mendarat di pulau Sentinel.

Di sana ia bertemu dengan suku yang paling misterius di dunia.

Vidal yang dikawal pasukan bersenjata lengkap lantas mendatangi suku Sentinel dan mengamati kegiatan meramu dan berburu suku tersebut.

Vidal juga melihat suku Sentinel makan akar, kura-kura dan menyimpan tengkorak babi hutan.

Terpesona akan keunikan suku itu, Vidal bersama anak buahnya menculik beberapa anggota suku yang terdiri dari pasangan orang dewasa dan empat anak.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved