Suku Sentinel Ternyata Pernah Diculuk untuk Dijadikan Eksperimen, Begini Kisahnya
Pada akhir abad 19 ketika India masih sebagai koloni Inggris, seorang perwira Royal Navy, Murice Vidal Portman mendarat di pulau Sentinel
Anggota suku Sentinel itu dibawa keluar pulau dan ditempatkan pada pulau lainnya.
Rupanya anggota suku yang diculik dibawa ke sebuah fasilitas penjara.
Anggota suku yang dewasa lantas menjalani eksperimen oleh psikolog-psikolog kerajaan Inggris.
Saking tak kuatnya, mereka meninggal.
Sadar jika eksperimennya sia-sia belaka, Vidal kembali ke pulau Sentinel.
Disana ia mengembalikan anggota suku yang masih anak-anak.
Saat itu anggota suku Sentinel mencapai 8.000 orang, namun saat ini tinggal 150 jiwa saja.
Gegara kejadian penculikan ini, suku Sentinel menjadi antipati dengan segala bentuk kehadiran orang asing.
"Kemungkinan penduduk pulau trauma dengan peristiwa penculikan, atau mungkin mereka takut pada penyakit asing," demikian laporan New York Times.
"Sentinel ingin dibiarkan sendirian," kata antropolog, Anup Kapur.(*)
Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul Meski Terkenal Brutal, Anggota Suku Sentinel Pernah Diculik untuk Eksperimen, Begini Kisahnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suku-sentinel-di-andaman.jpg)