Bali Paradise
Pesawat Tempur Kenangan Purnawirawan TNI AU Jadi Ciri Khas Desa Wisata Nyambu
Satu unit pesawat tempur dipajang di atas sebuah monumen atau galeri pesawat tempur di Desa Wisata Nyambu
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Satu unit pesawat tempur dipajang di atas sebuah monumen atau galeri pesawat tempur di Desa Wisata Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (7/12/2018).
Keberadaan pesawat ini menjadi ciri khas untuk menunjang potensi desa wisata.
Desa Nyambu dikenal dengan wisata ekologisnya.
Susur sawah, susur budaya, susur kuliner khas Desa Nyambu, dan susur penginapan yang berbaur dengan masyarakat desa menjadi andalan.
Perbekel Nyambu, Ida Bagus Putu Sunarbawa (48) menuturkan, monumen atau galeri pesawat tempur dibangun oleh purnawirawan Marsekal TNI AU, Ida Bagus Putu Dunia.
Pembangunannya juga tak lepas dari pengembangan desa wisata.
Saat itu, Ida Bagus Putu Dunia ingin sekali berpartisipasi dalam membangun Desa Nyambu sebagai desa wisata.
Hal ini juga menjadi motivasi di kalangan generasi muda desa agar mengabdikan diri kepada negara untuk menjadi anggota TNI.
Untuk pesawat tempur tersebut, kata dia, merupakan milik dari TNI AU yang dikirim dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta yang awalnya diusulkan oleh pihak desa sehingga disetujui.
Pada galeri pesawat tempur ini juga tersimpan foto, atribut TNI AU, tanda jasa, buku-buku mengenai penerbangan TNI AU, dan koleksi lainnya.
Monumen kenanganan ini diresmikan 8 Oktober 2017.
"Masalah pemeliharaan pesawat dan monumen desa yang bertanggung jawab," ujarnya.
Sunarbawa mengakui, keberadaan monumen kenangan ini juga sangat menunjang kunjungan wisatawan dan potensi Desa Wisata Nyambu.
Hal tersebut dibuktikan dari jumlah kunjungan wisata yang rata-rata perbulannya mencapai di angka 20 sampai 40 orang wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sebagian besar, kata dia, yang datang ke Desa Nyambu melakukan studi banding dan penelitian.
"Hampir semua desa di Indonesia pernah ke Desa Nyambu. Selain itu, sejak ditetapkan sebagai desa wisata 29 April 2016 dan jumlah kunjungan yang sudah mengalami peningkatan. Penyerapan lapangan kerja bagi penduduk desa cukup banyak hampir mencapai 35 orang," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seorang-pengunjung-tampak-melihat-pesawat-tempur-yang-dipajang.jpg)