Orang Kota Kelebihan Penggunaan Air Bersih 140 Liter Per Orang

Cakupan 100% air minum yang dimaksud adalah semua daerah di Indonesia 100% terlayani oleh air bersih

Orang Kota Kelebihan Penggunaan Air Bersih 140 Liter Per Orang
Tribun Bali/Bambang Wiyono
Suasana FGD Ikatan Alumni ITS Surabaya Wilayah Bali, Sabtu (8/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai isu yang merebak terkait ketersediaan air bersih di Bali, Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Surabaya - Wilayah Bali, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Tantangan dan Strategi Penyediaan Air Bersih di Bali" bertempat di Hotel Puri Ayu Denpasar, Sabtu (8/12/2018).

Ir Eddy Setiadi Soedjono Dipl SE MSc PhD, dosen ITS yang hadir sebagai nara sumber menyebutkan, target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) tahun 2015 - 2019 yaitu tercapainya universal access atau cakupan akses 100% untuk air minum, 0% kawasan kumuh, 100% untuk sanitasi.

Cakupan 100% air minum yang dimaksud adalah semua daerah di Indonesia 100% terlayani oleh air bersih.

Namun sampai saat ini terjadi gap antara water demand dengan water supply.

Pada kenyataannya, kebutuhan air di perkotaan kurang lebih sebesar 200 liter per orang, sedangkan berdasarkan Permen PU No 14/2010 kebutuhan air bersih 60 liter per orang per hari. Jadi ada kelebihan konsumsi 140 liter per orang.

“Di Singapura mereka tidak punya sumber mata air dan air sangat mahal sehinggi mereka akhirnya mengubah air limbah dijadikan air minum. Sebenarnya di Indonesia bisa saja seperti Singapura karena teknologinya sendiri sudah ada. Namun, ini belum dapat diterima oleh masyarakat karena masalah nilai ‘rasa’. Segala macam teknologi yang dicetuskan oleh pemerintah, akademisi dan praktisi menjadi sia-sia jika tidak didukung dengan partisipasi masyarakat untuk membudayakan pemanfaatan air yang efisien,” jelas Eddy Setiadi.

Sementara Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida I Ketut Jayada ST menyebutkan, BWS Bali berencana membangun bendungan untuk menutupi kekurangan lima kubik air yang terjadi di Denpasar.

"Caranya harus bikin bendungan untuk Denpasar, untuk bantu 1,7 kubik. Dan nanti akan dibangun 5 bendungan," katanya.

Selama ini, terang Jayada, air PDAM hanya mampu melayani sekitar 58 persen kebutuhan air bersih warga kota. Hal ini karena jumlah penduduk Denpasar yang banyak dan juga sektor pariwisata.

"Beruntung Denpasar punya air tanah yang bagus. Jadi 42 persen masyarakat bisa menggunakan air tanah," papar Jayada.

Halaman
12
Penulis: Bambang Wiyono
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved