Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Derita Yang Dialami Ifan Seventeen Pasca Tsunami Merenggut Istri Dan Sahabatnya

Musibah yang melanda Ifan Seventeen pun meninggalkan dampak dan luka yang menganga pada diri sang vokalis.

Editor: Eviera Paramita Sandi
Kompas.com/Andi Muttya Keteng Pangerang/instagram/kolase
Ifan Seventeen (berbaju hitam), menangis di samping peti jenazah istrinya, Dylan Sahara, dan rekannya drummer Seventeen, Andi, di ruang kargo Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018) dini hari. 

TRIBUN-BALI.COM - Ifan Seventeen menjadi satu-satunya personel band Seventen yang berhasil selamat dari bencana tsunami Selat Sunda.

Tiga dari personil band Seventeen menjadi korban bencana tsunami Selat Sunda yang turut menerjang panggung Seventeen di Tanjung Lesung, Pandeglang, Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.27 WIB.

Tak hanya menewaskan Herman (gitaris), Bani (basis) dan Andi (drumer), istri Ifan Seventeen, Dylan Sahara, pun turut menjadi korban meninggal dunia.

Ditinggalkan orang-orang terdekatnya dalam waktu bersamaan, kondisi Ifan Seventeen pun kini dikabarkan masih dalam kondisi yang sangat terpukul.

Musibah yang melanda Ifan Seventeen pun meninggalkan dampak dan luka yang menganga pada diri sang vokalis.

Berikut beberapa dampak yang terjadi pada Ifan Seventeen pasca menjadi korban tsunami Selat Sunda dan ditinggalkan orang-orang terdekatnya.

1. Trauma Mendengar Sirene Ambulance

Ifan Seventeen saat ini masih merasa trauma ketika mendengar bunyi sirene mobil ambulance.

"Mungkin namanya trauma, tapi begitulah, aku merinding kalau mendengar ambulance," ucap Ifan Seventeen seperti Grid.ID kutip dari Tribunwow.com, Jumat (28/12/2018).

"Aku sampai sekarang kalau dengar suara ambulance masih merinding, Karena tiga hari non stop aku selalu dengar suara ambulance, di telingaku, masih merinding. Mungkin ini bentuk penolakan badanku terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan," tuturnya lagi.

2. Tidak Berani Lihat Panggung

Tak hanya trauma mendengar bunyi sirene mobil ambulance, Ifan Seventeen juga memiliki rasa takut ketika melihat panggung.

"Apalagi aku lihat panggung, kalau aku lihat panggung tidak berani, apalagi aku harus naik panggung, pegang mic, dan aku lihat tidak ada saudaraku di sampingku," tegas Ifan.

3. Kondisi Kesehatan Menurun

Saudara kembar Ifan, Idan, mengatakan saat ini Ifan masih harus tetap ditemani lantaran masih dalam keadaan berkabung dan terpukul. Kondisi kesehatan Ifan pun sempat menurun karena demam.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved