Lonjakan Kasus Meningkat di 2018, Keswan Punya Waktu Setahun Realisasi Target Bebas Rabies
Pemberantasan penyebaran rabies masih menjadi pekerjaan rumah untuk Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Klungkung
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Ia mencontohkan, pada tahun 2017 Klungkung berhasil bebas rabies.
Namun wilayah di sekitarnya seperti Gianyar, Bangli, dan Karangasem masih ada kasus rabies.
Sehingga penyebaran virus rabies masih sangat memungkinkan terjadi di Klungkung
"Mobilitas anjing liar itu sangat cepat. Anjing liar yang berasal dari wilayah Lebih (Gianyar), dalam beberapa menit saja bisa masuk ke Takmung (Klungkung). Jadi untuk mencapai target 2020 bebas rabies ini, harus ada keselarasan antar satu daerah dengan daerah lainnya," ungkap Juanida.
14.000 Ekor Anjing Liar
Namun demikian, upaya pengendalian rabies dengan vaksinasi maupun eliminasi tetap akan digalakkan oleh Bidang Keswan.
Saat ini di Klungkung diestimasikan terdapat 14.000 ekor anjing liar.
Sementara di tahun 2019, telah dialokasikan vaksin rabies sebanyak 11.500 dosis.
Sementara kekurangannya telah dimohonkan ke pemerintah pusat.
"Jika Pemprov Bali optimistis bebas rabies di tahun 2020, kami juga tentu optimistis. Kita sudah berupaya untuk bergerak ke arah itu. Karena Bali adalah satu kesatuan wilayah, tidak cukup Klungkung saja yang bebas rabies. Semua wilayah di sekitarnya juga harus nihil kasus rabies," jelasnya.
Selain itu, pihaknnya juga meminta kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memutus rantai penyebaran rabies.
Bagi yang memelihara anjing, ia mohon dipelihara sebaik-baiknya dan rajin divaksinasi.
"Jangan sampai ada polemik, ketika anjingnya diliarkan dan kami lakukan eliminasi," ungkapnya.
Petak Ulang Zona Rabies
Setelah kembali mencuatnya kasus rabies tahun lalu, Bidang Keswan Dinas Pertanian Klungkung kembali melakukan pemetaan terhadap wilayah yang termasuk zona merah rabies.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/info-grafis-tribun-bali.jpg)