Harga Tanah Tak Semahal Dulu, Tahun 2019 Dinilai Waktu Tepat Berinvestasi di Bali

Peningkatan industri sektor pariwisata di Pulau Dewata, Bali menyebabkan bertambahnya minat para investor untuk mencari peluang bisnis di Bali.

Harga Tanah Tak Semahal Dulu, Tahun 2019 Dinilai Waktu Tepat Berinvestasi di Bali
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah wisatawan melakukan foto prewed di kawasan pantai Balangan,Uluwatu, belum lama ini. Peningkatan industri sektor pariwisata di Pulau Dewata, Bali menyebabkan bertambahnya minat para investor untuk mencari peluang bisnis di Bali. 

Dipaparkan Satya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tajamnya lonjakan harga tanah di Bali akhir-akhir ini.

Pertama, dalam pandangan investor Bali adalah pulau yang relatif kecil.

Luas tanah Bali terbatas. Kedua, industri pariwisata menjanjikan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan ke depan.

Oleh karena itu, potensi nilai komersial tanah Bali juga sangat tinggi.

Untuk menjawab kebutuhan investor akan harga lahan yang terjangkau di kawasan Uluwatu, Permata Graha Land melalui anak perusahaannya PT Nuansa Permata Bali mulai memasarkan tanah kavling di wilayah Uluwatu Bali, yaitu Marina Clifftop.

Sementara itu, General Manager Proyek Marina Clifftop, Surya menuturkan, proyek ini hanya memiliki 16 unit kavling ini dikelilingi oleh sejumlah hotel dan resort berskala internasional, seperti Banyan Tree, Karma Kandara, Sinaran Surga, dan The Ungaran Luxury Villa dan dipasarkan mulai dari Rp 1 miliar.

Saat ini, lahan kaving Clifftop dipasarkan mulai Rp 1 miliar dengan ukuran 60-100 meterpersegi dan cicilan Rp 5 jutaan tanpa DP dan juga terdapat promo Bayar 80 persen dianggap lunas.

Tanah kavling ini, lanjut Surya, letaknya di atas tebing berbukit dan view Pantai Melasti, kata Satya dan memiliki sea view dan cliff view.

Artinya, penghuninya dipastikan akan dimanjakan oleh panorama yang menakjubkan dan pemandangan alam khas Bali.

Menurut Surya, lokasi merupakan salah satu faktor yng penting untuk dicermati jika ingin mendapatkan nilai investasi yang menguntungkan.

“Wilayah Bali Selatan masih sangat menjanjikan, karena di kondisi normal kenaikan harganya bisa mencapai 30 persen per tahun,” kata dia. (*)

Artikel ini ditulis Sanusi telah tayang di Tribunnews.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved