Kroncong Jancuk Luncurkan Single Baru, 'Agak Nyeleneh tapi Ada Pesan yang Ingin Kami Sampaikan'

Kroncong Jancuk terbentuk tanggal 24 Desember 2017 dengan mengusung genre root keroncong

Kroncong Jancuk Luncurkan Single Baru, 'Agak Nyeleneh tapi Ada Pesan yang Ingin Kami Sampaikan'
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Kroncong Jancuk saat menggelar jumpa pers peluncuran single terbaru berjudul "Genjek Boncos" di Stel Peleng Cafe, Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Denpasar, Sabtu (19/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kroncong Jancuk menggelar jumpa pers peluncuran single terbaru berjudul "Genjek Boncos" yang bertepatan dengan anniversary pertama Kroncong Jancuk di Stel Peleng Cafe, Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Denpasar, Sabtu (19/1/2019).

Kroncong Jancuk terbentuk tanggal 24 Desember 2017 dengan mengusung genre root keroncong.

Selain root keroncong, Kroncong Jancuk juga membawa genre reggae dan SKA di dalam aliran musik mereka.

Menurut pengakuan personel Kroncong Jancuk, kata "Jancuk" bukan merupakan kata umpatan atau hinaan melainkan diambil dari nama seorang seniman asal Belanda yang bernama "Jan Cox", yang terkenal di Surabaya pada masa penjajahan Belanda yang pada saat itu tertulis di tank milik Belanda.

Baca: Pilih Bali Sebagai Gelaran Pernikahannya, Begini Pengakuan Edric Tjandra

Baca: Di Acara TV, Artis Ini Ngaku Lebih Mahal dari Vanessa Angel, Robby Abbas Ungkap Tarifnya

"Di sini aliran kami itu root keroncong. Kenapa kami bilang keroncong, itu kan yang kami tahu ada kayak pakem. Kami sama sekali tidak mengerti masalah itu. Tapi kami main musik dengan rasa gimana bisa jadi indah. Aransemen musiknya pakai ukelele biar asik lah, seperti itu," ucap Gus Bajra pemain aerophone Kroncong Jancuk.

Dia juga menambahkan, video klip single ke 3 dengan judul "Genjek Boncos" menceritakan tentang kerinduan seorang lelaki kepada pasangannya, dan mengajak "berhubungan" namun karena wanita sedang datang bulan akhirnya tidak bisa memenuhi keinginan hasrat lelaki tersebut.

"Tapi dari keseluruhan lagu ini ada maknanya. Makna yang ingin kami sampaikan, harga diri seorang wanita tidak bisa diukur dengan apapun. Apalagi hanya sebatas makanan. Makanya biarpun lagunya mungkin terkesan agak nyeleneh, liriknya agak nakal, tapi pesan yang ingin kami sampaikan kurang lebih seperti itu," tambahnya.

Baca: Jelang Ulang Tahun, Maia Estianty Dapat Kado Jam Tangan Mewah Rp 1,3 Miliar dari Irwan Musry

Baca: Apakah Pernikahan Ahok Terjadi 15 Februari? Sang Adik Merasa Ada yang Aneh: Tanya Aja Pak Prass

Pembuatan Lagu hingga Video Klip

Single dengan judul "Genjek Boncos" ditulis oleh Gede Phaii salah satu personel Kroncong Jancuk sebagai vokalis dan gitar.

Video klip digarap oleh DNJ Production X Jibolba Bakee dan disutradarai serta diedit sendiri oleh Gede Phaii.

"Untuk konsep video klip kami masih berpakem seperti video klip yang pertama. Kami ambil rekonstruksi dengan style yang oldis 1930an yang mejangeran itu kami ambil film pendek. Terus yang kedua itu kami bikin lebih modern 1971an. Terus sekarang (single ketiga) saya ambil lagi tentang kerajaan 1931 tapi kami mix dengan modern. Jadi di video itu kami menggunakan handphone, motor tapi dengan nuansa yang 1931. Secara tidak langsung tidak menghilangkan karakter itu sendiri," papar Gede Phaii saat menggelar jumpa pers.

Dia juga menyebutkan video klip single "Genjek Boncos" dijadwalkan bulan Desember selesai, namun karena cuaca hujan dan kesibukan, hingga akhirnya Januari baru terselesaikan.

Lokasi pengambilan video klip single "Genjek Boncos" yaitu di Pondok Jaka Sangeh dan rumah tua di Batuan.

Sejak 2017 Kroncong Jancuk sudah memiliki 5 lagi berbahasa Bali bertemakan cinta dan 5 lagu berbahasa Indonesia bertemakan politik.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved