Serba Serbi
Budha Wuku Pujut Muncul Kala Gumarang, Hari Baik untuk Menanam Sirih dan Tembakau
Budha Wuku Pujut hari ini terdapat Kala Gumarang. Lalu bagaimana ala ayuning dewasanya?
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Kala Gumarang memiliki dua ketentuan, ada Kala Gumarang munggah alias naik dan Kala Gumarang turun.
Kala Gumarang munggah ditandai sebagai hari yang baik dalam melakukan upacara Butha Yadnya, namun jelek untuk menanam sirih dan tembakau.
Sementara Kala Gumarang turun, baik untuk menanam sirih dan tembakau.
Lalu bagaimana caranya menentukan Kala Gumarang tersebut naik atau turun?
Ketentuannya dapat dilihat apabila bergabung Pwon (Panca Wara) dengan Urukung (Sad Wara) maka menghadirkan Kala Gumarang naik.
Sebaliknya jika Pwon ini bergabung dengan Maulu (Sad Wara) maka Kala Gumarang turun.
Munggahnya Kala Gumarang, kehadirannya pada Redite Wuku Julungwangi, Soma Wuku Ugu, Anggara Wuku Langkir, Budha Wuku Watugunung, Wrespasti Wuku Kerulut, Sukra Wuku Kulantir dan Saniscara Wuku Matal.
Kemudian untuk Kala Gumarang turun biasanya hadir pada Redite Wuku Prangbakat, Soma Wuku Dungulan, Anggara Wuku Kelawu, Budha Wuku Pujut, Wrespasti Wuku Landep, Sukra Wuku Tambir dan Saniscara Wuku Gumbreg.
Jadi yang hadir pada hari ini adalah Kala Gumarang turun karena bertepatan dengan Budha Wuku Pujut.
Maka, hari ini merupakan hari yang baik untuk menanam sirih dan tembakau.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-daun-sirih_20171023_092324.jpg)