Rumah Tertimpa Pohon, Satu Keluarga di Karangasem Ini Memilih Mengungsi
Enam orang warga dari satu keluarga di Lingkungaan Ampel, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, harus mengungsi lantaran rumahnya tertimpa pohon cangging
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Enam orang warga dari satu keluarga di Lingkungaan Ampel, Kelurahan/Kecamatan Karangasem, harus mengungsi lantaran rumahnya tertimpa pohon cangging, Kamis (24/1/2019) malam.
Satu keluarga ini mengungsi ke rumah tetangganya.
Enam orang yang mengungsi yakni Putu Kertiasa bersama istrinya Ni Made Sudewi, dan tiga orang anaknya Putu Widia Dewi (12), Komang Febriani (8), serta Ketut Adi Pratama (4).
Kertiasa juga mengajak ibunya, Ni Wayaan Taman (70), mengungsi.
"Sementara saya mengungsi di rumah tetangga kemarin malam. Saya ngungsi bareng istri, anak, dan orangtua. Rumah saya rusak parah, tak bisa ditempati," jelas Kertiasa saat ditemui di rumahnya, Jumat (25/1/2019) kemarin.
Pria tiga anak tak bisa memastikan sampai kapan mengungsi karena belum ada uang untuk perbaiki rumah.
Pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah daerah (Pemda) Karangasem atau Pemprov Bali.
Pria yang bekerja sebagai petani penggarap ini telah mengusulkan tenda ke BPBD Karangasem untuk tempat tinggal sementara.
Tapi, sampai berita ini ditulis bantuan berupa tenda belum datang.
"Katanya hari ini tenda dipasang," ujarnya.
Untuk diketahui, rumah Kertiasa hancur total setelah tertimpa dua pohon.
Perabot rumah, seperti TV, lemari, dan perabot dapurnya tidak terselamatkan.
Rumah beratap asbes dan bertembok batako rusak parah. Dapur juga hancur laantaran angin kencang.
Orangtua Kertiasa, Ni Wayan Taman, tertimpa batang pohon saat kejadian. Namun ia hanya alami luka biasa di bagian kepala.
"Cuma saya dan ibu di dalam rumah saat kejadian. Istri dan anak saya di luar," tambah Kertiasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/warga-mengungsi-karena-rumah-tertimpa-pohon.jpg)