Tingkatkan Pasokan Avtur Bali Nusra, Pertamina Optimalkan Fungsi Terminal BBM Manggis

Pertamina meningkatkan keandalan pasokan Avtur untuk kebutuhan operasional bandara di Bali dan Nusa Tenggara dengan melakukan optimasi pola suplai

Tingkatkan Pasokan Avtur Bali Nusra, Pertamina Optimalkan Fungsi Terminal BBM Manggis
Pertamina
Pendaratan FSO Avtur ke Terminal BBM Manggis, di Karangasem, Bali Jumat (25/1/2019) kemarin. 

Pola suplai Avtur di Bandara Ngurah Rai sebelumnya menggunakan kapal bertipe Medium Range (MR) dari RU (Refinery Unit) IV Cilacap.

Avtur selanjutnya diisikan ke FSO berupa kapal tipe MR yang diapungkan di perairan Kalbut, Situbondo. 

Kemudian secara reguler, Avtur dibawa menggunakan kapal tipe kecil (small) sejumlah 3 kapal berukuran maksimal 8.000 DWT (deadweight tonnage) ke Dermaga Benoa untuk dibongkar dan dipompakan ke DPPU (Depot Pengisian Pesawat Udara) Ngurah Rai. 

Sedangkan setelah dilakukan optimasi, suplai Avtur dari RU IV Cilacap diangkut langsung ke Terminal BBM Manggis untuk disimpan dalam tangki darat, untuk kemudian dikirimkan ke Dermaga Benoa menggunakan kapal berukuran kecil.

Dari Dermaga Benoa, Avtur dipompakan ke DPPU Ngurah Rai menggunakan pipa.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk perubahan pola suplai ini antara lain dengan menyiapkan sarana jalur produk Avtur di sarana tambat kapal Terminal BBM Manggis.

Baca: Balai Piasan Milik Ketut Duduk Terbakar, Diduga Akibat Api Dupa, Kerugian Ditaksir Rp 50 Juta

Baca: Ferrero Rocher jadi Favorit, Gourmet Gelato Ubud Gunakan Bahan Dasar Coconut Milk

Baca: Russian Got Lost in Agung Mountain with his Three Friends

Upaya lainnya adalah meningkatkan flowrate discharge Avtur dari semula 180 KL/hr menjadi 400 KL/HR, dengan sistem double manifold, serta dengan pipanisasi berdiameter lebih besar dari Dermaga Benoa sampai DPPU Ngurah Rai, sepanjang 8 kilo meter, yang telah diselesaikan pada Juli 2018. 

Pertamina sebagai salah satu BUMN terbesar, terus berkomitmen untuk melayani kebutuhan energi nasional, dengan tetap melakukan efisiensi di segala lini khususnya.

Termasuk di Direktorat Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur, efisiensi ini dimaksudkan untuk dapat menekan biaya distribusi produk, sehingga dapat lebih kompetitif dan mampu menjangkau seluruh pelosok negeri.

Terdapat 3 program utama yang saat ini terus diupayakan, yaitu pengurangan jumlah floating storage,  perubahan pola suplai, dan penurunan waktu pelabuhan terintegrasi (Integrated Port Time).

(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved