Berita Pemkot Denpasar

Pemkot Denpasar Dukung Penguatan LPD Sebagai Sektor Penting Ekonomi Kerakyatan

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kota Denpasar masih tetap bertahan seiring dengan peningkatan eksistensinya di masyarakat

Pemkot Denpasar Dukung Penguatan LPD Sebagai Sektor Penting Ekonomi Kerakyatan
Humas Pemkot Denpasar
Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara saat menghadiri dan membuka evaluasi LPD se-Kota Denpasar di Kantor Walikota Denpasar, Selasa (29/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kota Denpasar yang masuk dalam jajaran kota besar di Indonesia dengan lembaga keuangan khususnya yakni Lembaga Perkreditan Desa (LPD) masih tetap bertahan seiring dengan peningkatan eksistensinya di masyarakat.

LPD sebagai roh sektor ekonomi wajib memberikan peran dan manfaat kepada masyarakat secara optimal.

Tercatat, selama tahun 2018 keseluruhan aset LPD di Kota Denpasar berjumlah Rp 2,2 triliun lebih, dengan laba Rp 72 miliar lebih.

Hal ini juga tak terlepas dari peran Pemerintah Kota Denpasar dalam melakukan pembinaan, menjaga, memelihara dan meningkatkan kinerja pengelola LPD.

Baca: Jelang Grand Final Teruna-Teruni Denpasar, Rai Mantra Ajak Kolaborasi dengan Badan Kreatif

Demikian disampaikan Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara saat membuka evaluasi LPD se-Kota Denpasar Tahun 2018, Selasa (29/1/2019) di Kantor Walikota Denpasar.

Rai Iswara mengatakan pendiriaan LPD untuk memperkuat benteng-benteng otoritas otonomi desa dalam memikul kebudayaan yang berkelanjutan harus dapat dipahami bersama.

Pendekatan sistem dalam transparansi dan akuntabilitas LPD tak boleh lepas dari langkah digitalisasi yang berkembang saat ini.

Karenanya, komitmen Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota, IGN Jaya Negara secara berkelanjutan terus melaksanakan pembinaan baik bagi pengurus, pengawas maupun sumber daya manusia yang ada di LPD se-Kota Denpasar.

LPD harus mampu mengembangkan inovasi dalam pengembangan digitaliasai LPD.

"Tidak semua modernisasi itu harus ditolak, melainkan harus mampu beradaptasi sehingga menjadi sebuah inovasi untuk kemajuan LPD itu sendiri. Sehingga LPD menjadi lembaga tradisional dengan sistem pengelolaan secara digitalisasi sebagai bentuk implementasi modernisasi," ujar Rai Iswara.

Halaman
12
Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved